Dewan Kopral Sumatera Utara mengecam keras pernyataan Silfester yang dianggap menghina Mayjen TNI (Purn) Soenarko, sosok yang pernah menjadi pimpinan mereka. Dalam sebuah video yang beredar dan diunggah di akun TikTok @perjuangan_kita2, sejumlah purnawirawan TNI ini menegaskan bahwa mereka sangat tersinggung dengan ucapan Silfester yang dianggap merendahkan Soenarko, serta mengingatkan bahwa meskipun mereka sudah purnawirawan, mereka tidak akan tinggal diam jika sosok yang dihormati dihina.
Baca juga : My Chemical Romance Siap Tampil di Indonesia, Ini Profil Lengkap Mereka
Teguran Keras dari Dewan Kopral Sumut untuk Silfester
“Hai Silfester, kami tersinggung dengan pernyataanmu terhadap pimpinan kami. Siapa yang melecehkan pimpinan kami, sama saja menghina kami. Meski pun kami sudah purnawirawan, jangan coba-coba menghina pimpinan kami. Menghina pimpinan kami akan berhadapan dengan kami, ingat itu Silfester,” ujar mereka dengan tegas, seperti yang dikutip dari RMOLSumut pada Sabtu, 12 Juli 2025.
Pembelaan Terhadap Soenarko: Pahlawan Nasional yang Mengutamakan Kepentingan Bangsa
Dewan Kopral Sumut juga menekankan bahwa pernyataan Mayjen Soenarko selalu didorong oleh rasa kecintaan yang mendalam pada bangsa Indonesia. Menurut mereka, tindakan Soenarko bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan demi mendorong Indonesia menjadi negara yang lebih maju dan kuat, terutama dalam hal kepemimpinan.
"Karena itu, Silfester jangan karena sifat menjilatmu itu kau menghina TNI, ingat itu," tambah mereka dengan nada tegas.
Silfester: Sorotan atas Ucapannya yang Menyerang Soenarko
Pernyataan Silfester yang baru-baru ini menjadi sorotan publik dianggap sangat menyerang pribadi Soenarko. Dalam video yang beredar, Silfester, seorang relawan Jokowi, dengan lantang menyebutkan bahwa dirinya tidak takut dengan Soenarko. Bahkan, dia menyebutkan bahwa Soenarko pernah ditangkap dalam kasus makar.
"Hei kumis tebal (Soenarko), kau pikir kita takut sama kau?" ujar Silfester, seperti yang terekam dalam beberapa akun media sosial. Silfester juga menyebutkan bahwa Soenarko pernah terlibat dalam kasus makar, dan mengkritik peran Soenarko dalam menggeruduk KPU pada masa lalu.
Silfester Tak Takut pada Upaya Pemakzulan Wapres Gibran
Silfester juga menanggapi upaya sejumlah purnawirawan TNI yang hendak memakzulkan Wapres Gibran dengan menyatakan, “Kalian jangan coba-coba mau adu domba bangsa ini. Kita ini punya hak yang sama. Kalian itu hanya 300 orang, dibanding 96 juta pemilih Prabowo-Gibran. Suara kalian itu enggak sampai 1 TPS.”
Silfester tampaknya ingin menegaskan bahwa suara dan pengaruhnya, serta dukungan untuk Prabowo-Gibran, jauh lebih besar dibandingkan kelompok yang menginginkan perubahan politik tersebut.
Penulis : Eka sri indah lestary