Film horor terbaru berjudul Sihir Pelakor siap tayang di bioskop mulai 31 Juli 2025. Disutradarai oleh Bobby Prasetyo, film ini mengangkat kisah nyata tentang keretakan rumah tangga akibat kekuatan ilmu hitam. Para aktor dan aktris yang terlibat membagikan pengalaman mereka selama proses syuting dan pendalaman karakter.
baca:Tom Lembong Bebas dari Rutan, Tersenyum Lega Usai Dapat Abolisi dari Presiden Prabowo
Asmara Abigail: Menyelami Sosok Pelakor dari Perspektif yang Berbeda
Aktris Asmara Abigail, yang memerankan karakter Rini, mengaku tertarik dengan peran pelakor karena belum pernah memainkannya. Ia penasaran bagaimana sudut pandang seorang pelakor dan alasan di balik keputusannya menjalin hubungan terlarang.
“Dari membaca naskah, saya ingin menggali lebih dalam karakter ini. Apa alasan mereka menjadi pelakor? Ini menjadi pertanyaan besar buat saya,” ujarnya saat jumpa pers di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Kamis (24/7/2025).
Asmara juga melakukan riset dengan berdiskusi bersama teman-temannya yang memiliki pengalaman sebagai anak korban perselingkuhan. Ia ingin menghadirkan pelakor yang berbeda dari karakter yang biasa muncul di film.
“Karakter Rini bukan hanya muncul lalu hilang. Ia benar-benar mengambil alih rumah tangga hingga akhir film. Di sini saya melihat banyak sisi kompleks dari perannya,” tambahnya.
Marcella Zalianty: Horor yang Sarat Nilai Emosional dan Budaya
Marcella Zalianty berperan sebagai Jurniati, istri dari Edi. Ia mengaku tertarik bergabung dalam proyek ini karena ceritanya diangkat dari kisah nyata.
“Sudah lama saya tak bermain di film horor, tapi ketika tahu kisahnya nyata dan bernuansa emosional dalam kehidupan keluarga, saya tertarik. Ini bukan sekadar horor dengan hantu,” ungkap Marcella.
Menurutnya, film ini juga menyentuh tema penting seperti perjuangan seorang ibu dan anak perempuan yang berjuang mempertahankan keluarganya. Nuansa budaya Indonesia juga sangat terasa dalam kisah yang disampaikan.
Fathir Muchtar: Pesan Moral Jadi Alasan Terima Tawaran Film
Aktor Fathir Muchtar, pemeran Edi Hasibuan, mengatakan bahwa pesan moral dalam film ini sangat kuat dan menyentuh.
“Saya melihat ada pesan penting di balik film ini, jadi saya menerima tawarannya. Apalagi saya juga sudah cukup lama tak bermain film layar lebar,” katanya.
Neona Ayu: Tantangan Emosional dalam Debut Film Horor
Pemeran Vita, gadis remaja yang menjadi anak korban rumah tangga yang retak, dimainkan oleh Neona Ayu. Ia mengaku awalnya terkejut saat ditawari bermain dalam genre horor.
“Ini pertama kalinya saya main film horor, dan langsung dari kisah nyata. Awalnya berat, tapi setelah membaca naskah, saya bisa lebih memahami karakter Vita,” ucap Neona.
Salah satu adegan emosional terjadi ketika Vita melabrak pelakor. Neona mengaku adegan itu terasa sangat nyata karena terbawa suasana.
“Kak Asmara benar-benar memancing emosi saya dalam adegan itu. Karena saya juga sudah syuting berhari-hari dengan tante Marcella yang jadi ibuku, aku ikut merasakan kekesalan,” katanya.
Hana Malasan: Tertarik pada Konflik Emosional, Bukan Unsur Horor
Aktris Hana Malasan memerankan Vita saat dewasa. Ia mengaku sempat ingin istirahat dari genre horor, namun tertarik dengan sisi drama dalam karakter Vita dewasa.
“Cerita hubungan antara ayah dan anak perempuan di film ini sangat kuat. Ini bukan sekadar horor, tapi soal trauma dan luka keluarga yang nyata. Saya merasa kisah ini layak untuk dibagikan,” tutur Hana.
penulis: inziria