Menjelang laga perdana Super League 2025/2026, PSM Makassar menghadapi tantangan besar. Beberapa jam sebelum pertandingan melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Jumat, 8 Agustus 2025, kepastian mengenai pencabutan sanksi FIFA untuk klub berjuluk Pasukan Ramang itu belum juga turun. Akibatnya, PSM Makassar tidak dapat menurunkan pemain baru yang telah direkrut, termasuk trio Brasil: Savio Roberto, Lucas Dias, dan Alex Tanque .
Pelatih PSM, Bernardo Tavares, menyatakan bahwa ia belum mendapat kepastian dari manajemen mengenai status pemain baru. Ia hanya bisa fokus pada persiapan tim dengan materi pemain yang ada .Harian Fajar
baca juga:Persib Bandung vs Semen Padang: Masalah Lapangan dan Bola Picu Reaksi Pelatih Hodak
Tanpa tambahan amunisi di lini depan, Tavares kemungkinan besar hanya mengandalkan tiga pemain asing yang sudah terdaftar sejak musim lalu: Aloisio Neto dan Victor Luiz di lini belakang, serta Victor Dethan di sektor sayap . Strategi counter attack kemungkinan akan menjadi pilihan realistis, terutama mengingat lawan yang akan mereka hadapi datang dengan kekuatan penuh.
Di sisi lain, Persijap Jepara datang ke Parepare dengan optimisme tinggi. Laskar Kalinyamat siap menurunkan bintang baru mereka, Carlos Henrique Franca Freires, penyerang serbabisa asal Brasil yang baru didatangkan dari klub India, Mohammedan SC. Franca memiliki fleksibilitas untuk bermain di sayap kanan, sebagai gelandang serang, maupun ujung tombak. Nilai pasar Franca mencapai Rp9,56 miliar, menjadikannya salah satu pemain asing termahal di skuat Persijap musim ini .Harian Fajar
Duel taktik antara Tavares dan pelatih Persijap akan menjadi sorotan utama. PSM Makassar harus mencari cara untuk meredam kreativitas Franca dan Alexis, sambil mengoptimalkan serangan balik cepat melalui sayap. Persijap, sebaliknya, akan mencoba menekan sejak menit awal dengan memanfaatkan kecepatan Franca dan naluri golnya.
PSM Makassar memiliki keuntungan bermain di kandang sendiri dengan dukungan penuh suporter fanatik mereka. Dukungan dari tribun Gelora BJ Habibie bisa menjadi energi tambahan untuk mengimbangi perbedaan kualitas materi pemain. Selain itu, pengalaman bertanding di laga-laga besar juga menjadi modal penting bagi PSM. Pemain seperti Akbar Tanjung, Daisuke Sakai, dan Reza Arya sudah terbiasa dengan tekanan pertandingan krusial. Mereka diharapkan mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkan pemain anyar yang belum bisa bermain.
baca juga:Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Nasrullah Yusuf Ikuti Munas Aptisi VII di Bandung
Dengan strategi yang tepat dan semangat juang tinggi, PSM Makassar diharapkan mampu meraih hasil maksimal meski tanpa diperkuat pemain baru.
penulis:Titin af-idatus soraya