Logo Universitas Teknokrat Indonesia

DPRD Siak Dikecam Usai Lakukan Kunker ke Bali, Kontras dengan Kebijakan Hemat Bupati

Kategori: Uncategorized
Gambar untuk DPRD Siak Dikecam Usai Lakukan Kunker ke Bali, Kontras dengan Kebijakan Hemat Bupati

Kunjungan Kerja ke Bali Jadi Sorotan Publik

Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Siak, Riau tengah menjadi sorotan publik usai menjalankan kunjungan kerja (kunker) ke Bali, yang dinilai bertolak belakang dengan kebijakan efisiensi anggaran yang tengah digalakkan Pemerintah Kabupaten Siak.

Perjalanan dinas ini dinilai mencolok, terutama di tengah penghematan anggaran besar-besaran yang dilakukan oleh Bupati Siak, Afni Zulkifli, demi menyelamatkan keuangan daerah yang dibebani utang tunda bayar.

baca juga : Prediksi Pertandingan Dynamo Kyiv vs Pafos | 5 Agustus 2025

Bupati Pangkas Rp300 Miliar, DPRD Tetap Jalan-jalan

Demi menekan beban utang sekitar Rp327 miliar, Bupati Afni melakukan efisiensi hingga Rp300 miliar dari berbagai sektor. Kebijakan ini meliputi pemangkasan anggaran di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), pengurangan perjalanan dinas pejabat, hingga pembatalan sejumlah event besar seperti Tour de Siak.

Namun, di tengah kebijakan ketat tersebut, anggota DPRD justru terbang ke Bali. Perjalanan ini diklaim sebagai kegiatan kunker ke Dinas Pariwisata Provinsi Bali, namun publik mempertanyakan urgensinya, mengingat kondisi keuangan daerah yang sedang tidak ideal.

27 Anggota DPRD dan Pegawai Ikut Berangkat

Dari total 37 anggota DPRD plus 3 pimpinan, setidaknya 27 orang sudah berada di Bali, termasuk Ketua DPRD Siak, Indra Gunawan. Keberangkatan mereka dilakukan secara terpisah sejak Rabu dan Kamis, dan direncanakan kembali pada Sabtu (2/8).

Tak hanya anggota dewan, beberapa pegawai dan tenaga honorer DPRD juga ikut dalam rombongan. Menurut sumber internal, kebanyakan dari mereka adalah orang-orang dekat pimpinan dewan.

“Saya lihat tadi beberapa staf juga ikut. Anggota yang tidak berangkat biasanya karena ada urusan partai,” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya.

Biaya Perjalanan Diduga Capai Puluhan Juta

Meski enggan mengungkap angka pasti, sumber menyebutkan bahwa anggaran perjalanan dinas (DL) setiap anggota berkisar antara Rp9 hingga Rp10 juta per orang. Untuk pimpinan DPRD, besaran anggaran belum diketahui secara pasti.

Sementara itu, upaya konfirmasi dari media ke sejumlah anggota DPRD dan Sekretaris DPRD (Sekwan) Setya Hendro Wardhana belum mendapat respons, meski telah dikirimkan pesan dan panggilan via WhatsApp.

baca juga : Universitas Teknokrat Indonesia dan Unikom Sepakat Kerja Sama

Dinilai Tidak Peka dan Bertolak Belakang dengan Arahan Presiden

Publik pun mengecam keras kegiatan ini sebagai bentuk pemborosan anggaran negara dan simbol ketidakpekaan terhadap situasi ekonomi rakyat. Terlebih, langkah ini dianggap mencoreng upaya efisiensi yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto dan dijalankan serius oleh Bupati Afni.

Masyarakat Kabupaten Siak saat ini tengah berjibaku dengan berbagai kesulitan ekonomi, sehingga pelesiran DPRD ke Bali dinilai sebagai tamparan bagi rakyat, sekaligus memperlebar jarak antara wakil rakyat dan aspirasi masyarakat.

penulis : Ginasti kurniasih trifosa