PSM Makassar mengawali laga pekan perdana Super League 2025/2026 melawan Persijap Jepara dengan sejumlah drama di balik layar. Selain laga yang berlangsung di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, pada Jumat (8/8/2025), ada juga masalah FIFA Banned yang mengganggu persiapan tim. PT LIB menyebut masalah ini belum selesai, sementara manajemen PSM mengklaim sudah beres. Lalu, bagaimana kenyataannya?
baca juga : Nonton Film Horor Pabrik Gula di Netflix: Sinopsis, Jadwal Tayang, dan Link Streaming
PSM Makassar Masih Terkena Sanksi FIFA: Apa Dampaknya?
Hingga Sabtu (9/8/2025) pukul 15.40 WITA, PSM Makassar masih terjerat sanksi FIFA yang menghambat mereka untuk menurunkan pemain baru. Hal ini tentu menjadi kendala besar, terutama untuk pemain asing yang baru bergabung dengan klub seperti Lukas Diaz, Alex Tanque, Sávio Roberto, dan Jacques Themopele. Keempat pemain ini tidak bisa tampil pada laga kontra Persijap Jepara.
Pemain yang Tersisa untuk Diturunkan:
- Aloísio Neto dan Victor Luiz (bek Brasil) tetap bisa bermain karena statusnya yang tidak terpengaruh oleh sanksi FIFA.
- Pemain lain seperti Yuran Fernandes (bek Tanjung Verde) masih menjalani skorsing, sementara Daisuke Sakai (gelandang Jepang) belum fit.
Klarifikasi dari PT LIB dan Manajemen PSM
Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (I-League), Ferry Paulus, mengungkapkan bahwa PSM Makassar masih berada dalam pemantauan FIFA. Masalah utama terkait dengan transfer Wiljan Pluim yang dinilai masih belum tuntas. Hal ini menjadi salah satu faktor penyebab kenapa PSM Makassar belum sepenuhnya bebas dari sanksi.
Namun, manajemen PSM Makassar mengklaim bahwa masalah tersebut sudah selesai dan mereka siap untuk melanjutkan pertandingan tanpa masalah terkait pemain baru.
Fakta di Lapangan: Sanksi yang Masih Membayangi PSM Makassar
Fakta yang ada saat ini adalah bahwa PSM Makassar masih belum bisa menurunkan semua pemain baru yang telah mereka datangkan, baik itu pemain lokal maupun asing. Keberadaan sanksi FIFA ini jelas mengganggu persiapan tim, terutama dalam laga perdana Super League 2025/2026 melawan Persijap Jepara. Hal ini menjadi tantangan besar bagi tim yang ingin bersaing di papan atas liga.
baca juga : Framework dan Library Paling Ramah untuk Pemula
Kesimpulan
Masalah FIFA Banned yang menimpa PSM Makassar menunjukkan bahwa klub harus menyelesaikan masalah administratif mereka, terutama terkait dengan transfer pemain yang belum tuntas. Meskipun manajemen mengklaim semuanya sudah beres, kenyataannya klub masih menghadapi kendala yang cukup serius. Diharapkan dalam waktu dekat, PSM Makassar dapat menyelesaikan masalah ini dan melanjutkan perjalanan mereka di Super League 2025/2026 tanpa hambatan lebih lanjut.
penulis ; Karlina Sapitri