Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Drama Fabel: “Kebun Si Kelinci yang Amburadul”

Gambar untuk Drama Fabel: “Kebun Si Kelinci yang Amburadul”

Daftar Tokoh

  1. Kelinci – Pemilik kebun, cerewet tapi baik hati.
  2. Kura-kura – Santai, lambat, suka tidur.
  3. Burung Beo – Suka menirukan suara orang, bikin suasana ramai.
  4. Monyet – Nakal, suka usil, selalu bikin kekacauan.
  5. Kambing – Rakus, doyan makan apa saja, termasuk kertas rencana kebun.

baca juga:VAD Adalah Singkatan dari Apa? Ini Penjelasan Lengkapnya!


Adegan 1 – Awal Masalah di Kebun

(Kelinci sedang membawa sekop, menyiapkan lahan kebun. Semua hewan berkumpul.)

Kelinci: Wahai teman-teman, hari ini kita akan menanam sayur bersama. Kalau kita rajin, nanti semua bisa makan gratis!

Burung Beo: Gratis! Gratis! Makan sepuasnya!

Monyet: (ngikik) Asik! Kalau begitu aku tanam pisang aja biar tiap hari bisa ngemil.

Kura-kura: (mengantuk) Hmm… aku boleh tidur dulu nggak? Nanti kalau panen aku bangun kok.

Kelinci: (marah) Hei, kura-kura! Kalau semua tidur, kapan kebun ini jadi?

Kambing: (sambil ngunyah kertas rencana) Eh, by the way, ini kertas enak juga ya… kriuk kriuk…

Kelinci: (menjerit) Itu rencana kebunku, dasar kambing rakus!

(Semua hewan tertawa, kecuali kelinci yang kesal.)


Adegan 2 – Keributan Menanam

(Semua hewan mulai menanam bibit, tapi caranya aneh-aneh.)

Monyet: (melempar bibit ke atas pohon) Nah, biar sayurnya tumbuh di atas, nggak usah capek bungkuk.

Kelinci: Hadeh, mana ada sayur tumbuh di pohon, monyet!

Burung Beo: Tumbuh di pohon! Tumbuh di pohon! (menirukan sambil ketawa)

Kura-kura: (baru gali tanah sedikit, lalu ngorok) Zzz… capek banget, padahal baru dua detik kerja.

Kambing: (malah makan bibit wortel) Hmm… wortel mentah juga enak, ngapain nunggu panen?

Kelinci: (megang kepala) Ya ampun, aku kayaknya salah ngajak tim deh…


Adegan 3 – Kekacauan Semakin Menjadi

(Hari makin sore, kebun bukannya rapi malah berantakan.)

Monyet: (berayun-ayun pakai selang air) Wooo! Aku jadi Tarzan!

Burung Beo: Tarzan! Tarzan! (ketawa keras-keras)

Kura-kura: (bangun sebentar) Eh, sudah panen belum? Kalau belum, aku tidur lagi ya…

Kambing: (mengunyah keranjang sayur) Hmmm… ini keranjang juga renyah!

Kelinci: (teriak) Stop! Kalau begini caranya, kita nggak akan punya kebun, yang ada cuma hancur semua!

(Semua hewan berhenti, lalu saling pandang. Hening. Tiba-tiba burung beo menirukan suara kelinci.)

Burung Beo: Stop! Stop! Hancur semua!

(Semua tertawa lagi, kelinci jadi tambah kesel.)


Adegan 4 – Solusi Aneh-Aneh

Kelinci: Baiklah, kalau kalian mau bantu, kita harus bagi tugas.

Kura-kura: Aku bagian apa? Tidur?

Kelinci: (sarkas) Ya udah, kamu jadi alarm. Kalau waktunya siram, kamu teriak.

Monyet: Aku bagian naik pohon aja deh, soalnya aku paling jago manjat.

Kelinci: Tapi ini kebun, bukan hutan pisang!

Kambing: Aku rela jadi mesin penghancur sisa sayur. Kalau ada lebih, aku habiskan.

Burung Beo: Habiskan! Habiskan!

Kelinci: (geleng-geleng) Sudahlah… kayaknya aku harus kerja sendiri.

baca juga:Universitas Teknokrat Indonesia Peringati HUT RI Ke-80, Rektor Ajak Mahasiswa Kuasai Ilmu, Industri, AI, Dan Miliki Karakter Mulia


Adegan 5 – Hasil Mengejutkan

(Beberapa minggu kemudian, ternyata kebun benar-benar tumbuh walau dengan cara aneh.)

  • Bibit yang dilempar monyet ke pohon malah tumbuh seperti sayur gantung.
  • Kura-kura yang malas menggali, ternyata lubang kecilnya cukup untuk beberapa biji tumbuh subur.
  • Kambing yang makan bibit wortel, ternyata kotorannya jadi pupuk alami.
  • Burung beo selalu teriak kalau ada hama datang.

Kelinci: (terbelalak) Wah… ternyata walau kalian semua aneh, kebun ini malah berhasil!

Monyet: (bangga) Kan sudah kubilang, ideku selalu cemerlang!

Kura-kura: (masih ngantuk) Jadi… sudah bisa makan gratis kan?

Kambing: (sambil ngunyah daun) Hmm, enak juga hasil kerja tim amburadul ini.

Burung Beo: Amburadul! Amburadul! Tapi sukses!

(Semua tertawa bersama. Kelinci akhirnya ikut tertawa, menyadari bahwa kadang kekacauan pun bisa membawa hasil baik.)

penulis:mudho firudin