Daftar Tokoh
- Kelinci – Pemilik kebun, cerewet tapi baik hati.
- Kura-kura – Santai, lambat, suka tidur.
- Burung Beo – Suka menirukan suara orang, bikin suasana ramai.
- Monyet – Nakal, suka usil, selalu bikin kekacauan.
- Kambing – Rakus, doyan makan apa saja, termasuk kertas rencana kebun.
baca juga:VAD Adalah Singkatan dari Apa? Ini Penjelasan Lengkapnya!
Adegan 1 – Awal Masalah di Kebun
(Kelinci sedang membawa sekop, menyiapkan lahan kebun. Semua hewan berkumpul.)
Kelinci: Wahai teman-teman, hari ini kita akan menanam sayur bersama. Kalau kita rajin, nanti semua bisa makan gratis!
Burung Beo: Gratis! Gratis! Makan sepuasnya!
Monyet: (ngikik) Asik! Kalau begitu aku tanam pisang aja biar tiap hari bisa ngemil.
Kura-kura: (mengantuk) Hmm… aku boleh tidur dulu nggak? Nanti kalau panen aku bangun kok.
Kelinci: (marah) Hei, kura-kura! Kalau semua tidur, kapan kebun ini jadi?
Kambing: (sambil ngunyah kertas rencana) Eh, by the way, ini kertas enak juga ya… kriuk kriuk…
Kelinci: (menjerit) Itu rencana kebunku, dasar kambing rakus!
(Semua hewan tertawa, kecuali kelinci yang kesal.)
Adegan 2 – Keributan Menanam
(Semua hewan mulai menanam bibit, tapi caranya aneh-aneh.)
Monyet: (melempar bibit ke atas pohon) Nah, biar sayurnya tumbuh di atas, nggak usah capek bungkuk.
Kelinci: Hadeh, mana ada sayur tumbuh di pohon, monyet!
Burung Beo: Tumbuh di pohon! Tumbuh di pohon! (menirukan sambil ketawa)
Kura-kura: (baru gali tanah sedikit, lalu ngorok) Zzz… capek banget, padahal baru dua detik kerja.
Kambing: (malah makan bibit wortel) Hmm… wortel mentah juga enak, ngapain nunggu panen?
Kelinci: (megang kepala) Ya ampun, aku kayaknya salah ngajak tim deh…
Adegan 3 – Kekacauan Semakin Menjadi
(Hari makin sore, kebun bukannya rapi malah berantakan.)
Monyet: (berayun-ayun pakai selang air) Wooo! Aku jadi Tarzan!
Burung Beo: Tarzan! Tarzan! (ketawa keras-keras)
Kura-kura: (bangun sebentar) Eh, sudah panen belum? Kalau belum, aku tidur lagi ya…
Kambing: (mengunyah keranjang sayur) Hmmm… ini keranjang juga renyah!
Kelinci: (teriak) Stop! Kalau begini caranya, kita nggak akan punya kebun, yang ada cuma hancur semua!
(Semua hewan berhenti, lalu saling pandang. Hening. Tiba-tiba burung beo menirukan suara kelinci.)
Burung Beo: Stop! Stop! Hancur semua!
(Semua tertawa lagi, kelinci jadi tambah kesel.)
Adegan 4 – Solusi Aneh-Aneh
Kelinci: Baiklah, kalau kalian mau bantu, kita harus bagi tugas.
Kura-kura: Aku bagian apa? Tidur?
Kelinci: (sarkas) Ya udah, kamu jadi alarm. Kalau waktunya siram, kamu teriak.
Monyet: Aku bagian naik pohon aja deh, soalnya aku paling jago manjat.
Kelinci: Tapi ini kebun, bukan hutan pisang!
Kambing: Aku rela jadi mesin penghancur sisa sayur. Kalau ada lebih, aku habiskan.
Burung Beo: Habiskan! Habiskan!
Kelinci: (geleng-geleng) Sudahlah… kayaknya aku harus kerja sendiri.
Adegan 5 – Hasil Mengejutkan
(Beberapa minggu kemudian, ternyata kebun benar-benar tumbuh walau dengan cara aneh.)
- Bibit yang dilempar monyet ke pohon malah tumbuh seperti sayur gantung.
- Kura-kura yang malas menggali, ternyata lubang kecilnya cukup untuk beberapa biji tumbuh subur.
- Kambing yang makan bibit wortel, ternyata kotorannya jadi pupuk alami.
- Burung beo selalu teriak kalau ada hama datang.
Kelinci: (terbelalak) Wah… ternyata walau kalian semua aneh, kebun ini malah berhasil!
Monyet: (bangga) Kan sudah kubilang, ideku selalu cemerlang!
Kura-kura: (masih ngantuk) Jadi… sudah bisa makan gratis kan?
Kambing: (sambil ngunyah daun) Hmm, enak juga hasil kerja tim amburadul ini.
Burung Beo: Amburadul! Amburadul! Tapi sukses!
(Semua tertawa bersama. Kelinci akhirnya ikut tertawa, menyadari bahwa kadang kekacauan pun bisa membawa hasil baik.)
penulis:mudho firudin