Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Drama: “Warung Kopi di Ujung Jalan”

Gambar untuk Drama: “Warung Kopi di Ujung Jalan”

Tokoh

  1. Pak Darto – Pemilik warung kopi, sudah tua, humoris tapi menyimpan kesedihan.
  2. Udin – Anak muda pengangguran, suka bercanda, polos.
  3. Siti – Mahasiswi rajin, suka belajar sambil nongkrong di warung.
  4. Bowo – Tukang ojek online, kocak, suka banyak gaya.
  5. Mira – Anak kecil penjual tisu, ceria tapi hidup sederhana.

baca juga:VAD Adalah Singkatan dari Apa? Ini Penjelasan Lengkapnya!


Adegan 1 – Pagi di Warung Kopi

(Pak Darto menata kursi, Udin masuk dengan gaya malas.)

Udin: (ngantuk) Pak, kopinya jangan kental ya, takut jantung saya kaget.

Pak Darto: (ketawa) Jantung aja kaget, apalagi dompetmu yang selalu kosong.

Udin: (nangis pura-pura) Aduh Pak, jangan begitu, saya ini pengangguran terhormat.

(Bowo masuk dengan motor mainan kecil, pura-pura jadi ojek.)

Bowo: Siappp! Orderan nongkrong sudah saya antar!

Siti: (datang sambil bawa buku) Kalian ini ya, dari pagi isinya ketawa-ketawa doang. Belajar tuh!

Udin: Belajar? Saya sudah belajar… belajar ikhlas jadi pengangguran.

(Semua tertawa. Suasana warung hangat.)


Adegan 2 – Canda dan Cerita

(Mereka ngobrol sambil minum kopi.)

Bowo: Pak Darto, katanya dulu warung ini pernah rame banget ya?

Pak Darto: (tersenyum kecil) Iya… dulu sebelum istri saya sakit. Dia yang selalu buat gorengan paling enak.

Siti: (lirih) Istri Bapak sekarang bagaimana?

Pak Darto: (terdiam sejenak, lalu tersenyum paksa) Ah, sudah tenang di alam sana.

(Hening sebentar. Suasana jadi agak sedih. Udin mencoba mencairkan.)

Udin: Eh, gorengan buatan saya enak juga loh. Cuma… biasanya gosong semua.

(Semua tertawa lagi, suasana jadi hangat kembali.)


Adegan 3 – Kedatangan Mira

(Mira masuk membawa tisu kecil, dengan wajah ceria.)

Mira: Tisu, tisu… siapa mau beli tisu? Satu ribu aja, murah loh!

Pak Darto: (menyambut) Sini Mira, duduk dulu. Kamu belum sarapan kan?

Mira: (tertawa kecil) Sudah kok, Pak. Sarapan angin pagi.

Udin: (kaget) Waduh, angin pagi bikin kenyang ya? Saya mau coba juga!

Bowo: Cocok buat diet, Din. Nanti kamu jadi model papan reklame… papan catur maksudnya!

(Semua ketawa, Mira ikut tertawa walau matanya tampak lelah.)


Adegan 4 – Momen Sedih

(Mira batuk kecil, lalu menunduk. Siti melihat dengan khawatir.)

Siti: Mira, kamu kenapa? Sakit ya?

Mira: (pelan) Nggak apa-apa, Kak. Saya cuma pengen bantu Ibu jualan. Kalau nggak, nanti nggak bisa bayar sewa kontrakan.

(Suasana jadi hening. Pak Darto menatap Mira dengan mata berkaca-kaca.)

Pak Darto: (lirih) Dulu anak saya juga seusia kamu, Mira… suka bantu ibunya di sini.

(Pak Darto menunduk. Semua diam. Tiba-tiba Udin berusaha mencairkan suasana.)

Udin: Eh Mira, kalau kamu jualan tisu di sini, aku kasih nama baru deh. “CEO Tisu Internasional”!

Mira: (tertawa kecil) Wah, keren banget! Kalau begitu saya kasih gaji tisu sebulan buat Mas Udin.

(Semua tertawa lagi, suasana jadi ringan walau ada rasa haru.)

baca juga:Universitas Teknokrat Indonesia Peringati HUT RI Ke-80, Rektor Ajak Mahasiswa Kuasai Ilmu, Industri, AI, Dan Miliki Karakter Mulia


Adegan 5 – Kebersamaan

(Hari mulai sore. Semua masih duduk di warung.)

Bowo: Pak Darto, kalau warung ini terus rame, saya rela jadi satpam khusus pengusir nyamuk.

Siti: Aku bisa jadi kasir sambilan, sekalian belajar akuntansi.

Udin: Aku jadi manajer strategi… strategi tidur siang di kursi warung.

(Semua tertawa. Pak Darto tersenyum bahagia melihat kebersamaan itu.)

Pak Darto: Kalian ini memang suka bikin ribut… tapi terima kasih, berkat kalian warung ini nggak pernah sepi lagi.

(Mira berdiri sambil tersenyum, menatap semua dengan mata berbinar.)

Mira: Terima kasih juga ya, Pak… warung ini bikin saya lupa kalau hidup kadang berat.

(Semua terdiam sebentar, lalu tersenyum bersama. Lampu panggung perlahan redup.)


🎭 Durasi: Naskah ini jika dimainkan dengan improvisasi, bisa berjalan sekitar 30 menit.
Ada komedi yang ringan dari karakter Udin & Bowo, tapi juga sentuhan sedih dari cerita Pak Darto dan Mira.

penulis:mudho firudin