Sidang perceraian antara Andre Taulany dan Rien Wartia Trigina (Erin) kembali menarik perhatian publik. Dalam persidangan terbaru, muncul dugaan bahwa anak-anak mereka, Arkenzi dan Ardio, dijadikan saksi perceraian oleh pihak Erin. Berikut adalah detail terkait isu ini yang muncul dalam sidang cerai kedua orang tua tersebut.
Baca juga: Profil Henry Panjaitan: Wakil Direktur Utama Baru Bank Mandiri
1. Anak Andre Taulany Hadiri Sidang Perceraian
Dalam sidang perceraian yang berlangsung di Pengadilan Agama Tigaraksa, dua anak dari Andre Taulany dan Erin, Arkenzi dan Ardio, tampak hadir dan masuk ke ruang sidang. Kehadiran mereka menimbulkan spekulasi bahwa keduanya mungkin akan dijadikan saksi dalam persidangan perceraian yang sedang berlangsung.
2. Reaksi Pengadilan Agama Tigaraksa
Mohamad Sholahudin, juru bicara Pengadilan Agama Tigaraksa, memberikan pernyataan mengenai kehadiran anak-anak Andre Taulany tersebut. "Kita enggak tahu ya kalau masalah itu, dihadirkan ke sidang itu entah untuk apa namanya, entah untuk apa kami enggak tahu," ujar Sholahudin pada Senin (4/8/2025). Hal ini menunjukkan bahwa pihak pengadilan belum bisa memastikan tujuan kehadiran anak-anak tersebut dalam sidang cerai orangtua mereka.
3. Dugaan Anak Dijadikan Saksi oleh Pihak Erin
Dari informasi yang berkembang, diduga Erin Taulany sebagai pihak yang digugat oleh Andre, mengajukan anak-anak mereka, Arkenzi dan Ardio, sebagai saksi dalam persidangan. Ini memicu kontroversi mengingat anak-anak tersebut masih di bawah umur. Kendati demikian, pengadilan belum mengkonfirmasi secara resmi alasan anak-anak tersebut dihadirkan dalam sidang cerai orangtua mereka.
Baca juga: Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Nasrullah Yusuf Ikuti Munas Aptisi VII di Bandung
4. Andre Taulany Menanggapi Keberadaan Anak Sebagai Saksi
Dalam sidang sebelumnya, Andre Taulany tegas menolak keterlibatan anak-anak mereka sebagai saksi dalam perceraian. Ia merasa bahwa anak-anaknya terlalu muda untuk terlibat dalam masalah hukum yang melibatkan orang tua mereka. Andre menegaskan bahwa anak-anak seharusnya tidak dilibatkan dalam permasalahan seperti ini.
Penulis: Fiska Anggraini