Sebuah insiden menegangkan terjadi di Bandara Internasional Mexico City ketika dua pesawat hampir mengalami tabrakan di landasan pacu. Salah satu pesawat, milik Delta Airlines yang hendak terbang ke Atlanta, harus membatalkan proses lepas landas karena sebuah pesawat lain mendarat di jalur yang sama.
Peristiwa ini mengundang perhatian publik dan otoritas penerbangan karena nyaris berakhir sebagai kecelakaan fatal. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun kerusakan pesawat, berkat respons cepat kru penerbangan.
Apa yang Terjadi di Landasan Mexico City?
Kejadian bermula ketika pesawat Delta Airlines dengan nomor penerbangan DL 624 sedang bersiap untuk tinggal landas dari Mexico City menuju Atlanta, Georgia, Amerika Serikat. Saat pesawat mulai melaju di landasan pacu, pilot menyadari bahwa ada sebuah pesawat lain — yang diketahui milik Aeroméxico — tengah dalam proses pendaratan di jalur yang sama.
Jarak antar kedua pesawat sangat dekat, sehingga pilot Delta memutuskan untuk membatalkan lepas landas demi mencegah tabrakan. Manuver ini dikenal dalam dunia penerbangan sebagai rejected takeoff atau pembatalan lepas landas secara darurat.
Pesawat berhasil berhenti dengan aman sebelum terjadi benturan. Kedua penerbangan kemudian melanjutkan perjalanan setelah dilakukan pengecekan keselamatan tambahan.
baca juga : LAN: Teknologi Hemat untuk Jaringan Maksimal
Bagaimana Reaksi Maskapai dan Otoritas?
Delta Airlines segera merilis pernyataan resmi yang menyebutkan bahwa keselamatan penumpang dan kru selalu menjadi prioritas. Mereka juga mengapresiasi tindakan cepat dan profesional yang dilakukan oleh pilot dan kru dalam merespons situasi berbahaya tersebut.
Sementara itu, otoritas penerbangan sipil Meksiko (AFAC) telah membuka investigasi resmi untuk mencari tahu penyebab insiden. Penyelidikan juga akan melibatkan maskapai Aeroméxico dan pengawas lalu lintas udara (ATC) di Bandara Mexico City.
FAA (Federal Aviation Administration) dan NTSB (National Transportation Safety Board) dari Amerika Serikat kemungkinan akan turut serta karena insiden ini melibatkan maskapai AS dan penerbangan lintas negara.
Apakah Ini Kesalahan Menara Pengawas?
Salah satu kemungkinan yang tengah diselidiki adalah kesalahan komunikasi atau koordinasi dari pihak menara pengawas (ATC). Tidak seharusnya dua pesawat diberi izin untuk menggunakan landasan yang sama secara bersamaan, baik untuk lepas landas maupun mendarat.
Dalam banyak kasus serupa, penyebab utama adalah "loss of separation" — kegagalan menjaga jarak aman antara dua pesawat. ATC bertanggung jawab memastikan semua pergerakan pesawat di landasan berlangsung tanpa risiko tabrakan.
Seberapa Sering Kejadian Nyaris Tabrakan Terjadi?
Meski jarang terjadi, insiden nyaris tabrakan (near-miss incident) bisa terjadi di bandara sibuk, khususnya saat lalu lintas penerbangan sangat padat. Data dari berbagai lembaga penerbangan menunjukkan bahwa jumlah insiden seperti ini cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya volume penerbangan pasca-pandemi.
Beberapa penyebab umum antara lain:
- Kesalahan manusia (human error) dari ATC
- Gangguan komunikasi antara pilot dan menara
- Sistem radar atau navigasi yang tidak optimal
- Kelelahan personel operasional
Apakah Penumpang Perlu Khawatir?
Dalam kasus ini, penumpang tidak mengalami gangguan berarti selain penundaan singkat. Proses keselamatan yang berlaku terbukti berjalan efektif, dan pilot mampu mengambil keputusan kritis dengan cepat.
Namun begitu, kejadian ini mengingatkan pentingnya peningkatan standar keselamatan penerbangan — terutama dalam hal pelatihan ATC, penggunaan teknologi modern, dan penerapan prosedur keselamatan secara disiplin.
Apa Langkah Selanjutnya?
Penyelidikan resmi akan melibatkan analisis rekaman suara kokpit, data pergerakan pesawat, dan komunikasi antara pilot dan menara. Jika ditemukan pelanggaran prosedur, bisa saja ada sanksi administratif atau perbaikan sistem pengaturan lalu lintas udara.
Langkah yang kemungkinan akan diambil antara lain:
- Evaluasi ulang prosedur lepas landas dan pendaratan di bandara sibuk
- Penambahan pelatihan untuk petugas ATC
- Peningkatan sistem otomatisasi dan pemantauan
penulis : Bagas Reyhan N.