Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin, memberikan dukungan penuh terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menambah Komando Daerah Militer (Kodam) baru serta membentuk Komando Daerah Angkatan Laut (Kodal) dan Komando Daerah Angkatan Udara (Kodau). Menurutnya, penguatan pertahanan nasional harus dimulai dari daerah sebagai garda terdepan keamanan negara.
baca juga:Sukses dari TBSM: Inspirasi Kisah Lulusan Jadi Pengusaha!
Strategi Perkuat Pertahanan Nasional dari Tingkat Daerah
Sultan menegaskan bahwa keamanan nasional berawal dari keamanan di tingkat daerah. DPD RI berkomitmen memastikan setiap provinsi, kabupaten, dan kota mendapat perhatian yang adil dalam pembangunan infrastruktur pertahanan.
“Kekayaan alam Indonesia tersebar di daerah-daerah, sehingga penguatan sistem pertahanan di wilayah lokal sangat penting. Negara harus memiliki militer kuat agar kedaulatan tidak terganggu,” ujar Sultan dalam siaran pers, Senin (11/8/2025).
Fokus Khusus pada Wilayah Pesisir dan Strategis
Senator asal Bengkulu ini mengingatkan pentingnya kesiapan pertahanan khususnya di wilayah pesisir barat Sumatera. Ia menyebut Kodam XXI/Raden Inten yang baru dibentuk dan dipimpin Mayjen TNI Kristomei Sianturi harus memperhatikan posisi strategis Bengkulu sebagai pintu gerbang Samudra Hindia.
“Saya ingin memastikan suara daerah benar-benar didengar dan diperhatikan dalam strategi pertahanan nasional,” tambah Sultan.
Semangat Pertahanan Rakyat Semesta dan Peran DPD RI
Sultan juga mengapresiasi pesan Presiden Prabowo tentang semangat pertahanan rakyat semesta yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Konsep ini sejalan dengan peran DPD RI sebagai representasi kepentingan daerah di tingkat nasional.
“Kita bangsa yang tidak suka perang, tapi tidak akan membiarkan wilayah kita diganggu. Semua harus bersatu mempertahankan kedaulatan negara,” tegas mantan Wakil Gubernur Bengkulu tersebut.
Penguatan Pertahanan Tidak Hanya Militer, Tapi Juga Sosial dan Ekonomi
Selain kesiapan militer, Sultan menekankan penguatan pertahanan nasional juga mencakup keamanan sosial, kemandirian ekonomi, serta kesiapsiagaan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. Ia berkomitmen memastikan distribusi anggaran dan pelatihan pertahanan merata di semua daerah.
“Tidak boleh ada daerah yang tertinggal dalam hal anggaran, infrastruktur, dan pelatihan pertahanan,” kata Sultan.
Enam Kodam Baru dan Satuan Tempur Diresmikan oleh Presiden Prabowo
Sebelumnya, Presiden Prabowo resmi meresmikan enam Kodam baru, yakni Kodam XIX/Tuanku Tambusai, Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, Kodam XXI/Raden Inten, Kodam XXII/Tambun Bungai, Kodam XXIII/Palaka Wira, dan Kodam XXIV/Mandala Trikora.
Peresmian dilakukan saat Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Pusdiklatsus Batujajar, Bandung, pada Minggu (10/8/2025). Selain itu, Presiden juga mengesahkan 14 Kodal, 3 Kodau, 1 komando operasi udara, 6 grup Kopassus, 20 brigade teritorial pembangunan, serta sejumlah satuan tempur dan pendukung lainnya.
Penegasan Prabowo: Perkuat Pertahanan adalah Harga Mati
Presiden Prabowo menegaskan bahwa memperkuat pertahanan negara adalah keharusan di tengah ketidakpastian global yang memicu perang dan konflik di berbagai negara.
“Indonesia tidak memihak blok mana pun, tapi harus memiliki pertahanan yang kuat. Itulah sebabnya hari ini saya melantik enam Panglima Kodam baru, 20 Komandan Brigade, dan 100 Batalion Teritorial Pembangunan,” tegas Prabowo.
penulis:dafa aditiya.f