Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Eko Patrio Minta Maaf atas Video Parodi DJ Sound Horeg: Klarifikasi dan Permintaan Maaf

Gambar untuk Eko Patrio Minta Maaf atas Video Parodi DJ Sound Horeg: Klarifikasi dan Permintaan Maaf

Eko Patrio Klarifikasi Video Parodi DJ Sound Horeg di Media Sosial

Eko Hendro Purnomo, yang lebih dikenal sebagai Eko Patrio, memberikan klarifikasi terkait video parodi yang ia unggah di media sosial. Dalam video tersebut, Eko berakting sebagai seorang DJ yang memainkan musik horeg. Video yang sempat menjadi viral ini menuai protes dan kontroversi, bahkan dianggap menantang rakyat. Eko menegaskan bahwa video tersebut dibuat tanpa niat buruk dan meminta maaf jika menyinggung masyarakat.

baca juga:Singkatan UAS Adalah? Ini Penjelasan Lengkap dan Menariknya!

Tujuan Video Parodi Tanpa Maksud Buruk

Menurut Eko Patrio, video parodi yang ia buat bertujuan untuk menanggapi kritik dari masyarakat setelah aksinya berjoget di Sidang Tahunan MPR 2025. Eko mengungkapkan bahwa video tersebut bukanlah untuk menantang siapa pun, melainkan hanya sebuah respons atas komentar negatif yang diterimanya.

"Enggak ada maksud apa-apa. Malah jauh banget itu (tafsirnya). Seandainya ada yang bagaimana-bagaimana, ya saya sebagai pribadi minta maaflah," ujar Eko saat memberikan klarifikasinya di Senayan Park, Jakarta, pada Minggu (24/8/2025) malam.

Kontroversi Aksi Joget di Sidang Tahunan MPR

Sebelumnya, Eko Patrio bersama dengan beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) lainnya sempat menjadi sorotan publik. Mereka diketahui berjoget mengikuti lagu daerah seperti Sajojo dan Gemu Fa Mi Re di tengah Sidang Tahunan MPR 2025. Aksi tersebut memicu reaksi negatif karena dinilai tidak peka terhadap kondisi sosial yang sedang terjadi di masyarakat.

Eko Patrio merasa bahwa video parodi DJ tersebut merupakan cara dia merespons kritik dari masyarakat yang menganggap aksi joget tersebut tidak pantas. Dalam video parodi yang ia unggah melalui akun TikTok pribadinya (@ekopatriosuper), Eko terlihat menyetel musik horeg diiringi dengan tulisan yang merujuk pada kontroversi sebelumnya, yaitu "Biar jogednya lebih keren pakai sound ini aja."

Asal-usul Pembuatan Video Parodi

Eko menjelaskan bahwa video tersebut dibuat saat acara pembubaran panitia 17 Agustus di partainya. Menurutnya, tidak ada niat buruk dalam pembuatan video tersebut, dan video itu seharusnya tidak dipandang sebagai respon yang menantang atau menghina.

"Enggak ada maksud apa-apa. Memang itu kemarin kan kita acara pembubaran panitia 17 Agustus-an," ungkapnya.

baca juga:UTI Gelar PKM Internasional Berkolaborasi Dengan International Islamic University Malaysia

Tanggapan dan Permintaan Maaf kepada Masyarakat

Eko Patrio menyadari bahwa video tersebut menimbulkan protes di kalangan masyarakat, dan ia berkomitmen untuk lebih berhati-hati dalam beraksi di media sosial. Ia pun menekankan bahwa permintaan maafnya adalah bentuk tanggung jawab atas apa yang telah ia unggah.

Sebagai tokoh publik dan anggota DPR, Eko mengingatkan pentingnya sensitivitas terhadap isu-isu yang berkembang di masyarakat, serta menjunjung tinggi rasa empati dan kehati-hatian dalam segala tindakan, terutama di hadapan publik.

penulis: Lili rahma dini