Pertumbuhan Ekonomi Q2-2025 Tembus 5,12%, Lebih Tinggi dari Kuartal Sebelumnya
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data resmi yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,12% year-on-year (YoY) pada triwulan II-2025 (Q2-2025). Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan triwulan I-2025 yang tumbuh 4,87% YoY.
Namun, rilis tersebut menuai keraguan dari sejumlah pihak, termasuk para ekonom dan pengamat kebijakan publik.
baca juga:CHAN 2024: Senegal Taklukkan Nigeria 1-0 di Laga Pembuka Berkat Gol Christian Gomis
Tidak Ada Momen Signifikan di Triwulan II, Data Dipertanyakan
Ekonom CELIOS: "Kondisi Ekonomi Tidak Mewakili Angka 5%"
Menurut Ekonom dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS), angka pertumbuhan yang dirilis oleh BPS tidak mencerminkan kondisi riil ekonomi masyarakat pada kuartal tersebut.
"Pengumuman pertumbuhan ekonomi triwulan II-2025 penuh kejanggalan dan tanda tanya publik. Saya tidak percaya dengan data yang disampaikan mewakili kondisi ekonomi yang sebenarnya," ujarnya kepada detikcom, Selasa (5/8/2024).
Bandingkan dengan Kuartal I: Ada THR dan Lebaran, Tapi Pertumbuhan Lebih Rendah
Pihak CELIOS juga menyoroti fakta bahwa kuartal I memiliki momentum ekonomi kuat seperti:
- Tunjangan Hari Raya (THR)
- Belanja Lebaran
- Aktivitas konsumsi masyarakat yang tinggi
Namun, anehnya, pertumbuhan ekonomi kuartal I hanya 4,87%, lebih rendah dari triwulan II yang tidak memiliki momentum musiman serupa.
Istana Tepis Keraguan, BPS Klaim Data Sudah Sesuai Metodologi
Pemerintah Tegaskan Keakuratan Data
Menanggapi keraguan tersebut, pihak Istana dan BPS menegaskan bahwa seluruh data disusun sesuai prosedur dan metodologi internasional yang telah lama digunakan. Mereka menyatakan bahwa peningkatan konsumsi rumah tangga dan investasi selama Q2-2025 menjadi pendorong utama pertumbuhan.
Klaim BPS: Ada Dampak Positif Libur Sekolah dan Stimulus Transportasi
baca juga:Wisuda Periode I 2025 Universitas Teknokrat: Cetak Generasi Siap Sambut Indonesia Emas
Dalam penjelasannya, BPS menyebutkan bahwa:
- Libur sekolah dan Idul Adha mendorong konsumsi sektor transportasi dan hotel.
- Pemerintah juga mengeluarkan stimulus berupa diskon transportasi publik, yang meningkatkan mobilitas masyarakat.
penulis:Anis puspita sari