Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Elon Musk Ancam Gugat Apple atas Dugaan Praktik Monopoli di App Store

Gambar untuk Elon Musk Ancam Gugat Apple atas Dugaan Praktik Monopoli di App Store

Dipublikasikan: Senin, 11 Agustus 2025 | Diperbarui: 2 jam yang lalu
Penulis: Dylan Butts | Sumber: CNBC


Ringkasan Utama

  • Elon Musk mengancam akan menggugat Apple karena diduga memonopoli distribusi aplikasi AI di App Store.
  • Musk menilai Apple memihak OpenAI dan menghambat persaingan.
  • Apple membantah tudingan tersebut dan menyatakan bahwa App Store dirancang untuk adil dan bebas dari bias.
  • Grok AI dari xAI saat ini menempati peringkat ke-5 di antara aplikasi gratis terpopuler.

Baca juga:Pilihan Topologi Jaringan untuk Sistem Lebih Stabil


Latar Belakang: Musk Tuduh Apple Hambat Kompetitor AI

CEO Tesla dan pendiri xAI, Elon Musk, mengumumkan pada Senin bahwa pihaknya akan mengambil langkah hukum terhadap Apple atas dugaan pelanggaran hukum antimonopoli. Dalam pernyataan yang diunggah ke platform X, Musk menuduh Apple mengatur algoritma App Store agar hanya menguntungkan OpenAI.

“Apple berperilaku sedemikian rupa sehingga mustahil bagi perusahaan AI mana pun selain OpenAI untuk mencapai posisi #1 di App Store,” tulis Musk.


Ketidakpuasan Terhadap Daftar "Wajib Punya"

Musk juga mempersoalkan keputusan Apple yang tidak memasukkan aplikasi X dan chatbot Grok AI ke dalam daftar "Must-Have Apps" (Aplikasi Wajib). Padahal menurutnya, X adalah aplikasi berita nomor satu di dunia dan Grok menempati posisi ke-5 di App Store AS.

“Apa kamu main politik?” sindir Musk dalam salah satu unggahannya.


Tanggapan Apple: "App Store Dirancang Adil"

Apple membantah tuduhan tersebut. Dalam pernyataan resminya, perusahaan mengatakan bahwa mereka menampilkan ribuan aplikasi melalui sistem algoritmik dan kurasi editorial berdasarkan kriteria objektif.

“Kami berkomitmen untuk menciptakan pengalaman penemuan aplikasi yang aman dan adil, serta memberikan peluang nyata bagi para pengembang,” ujar juru bicara Apple.

Baca juga:Rektor IPB University Arif Satria Puji Digital Smart Composter Inovasi Tim Dosen-Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia


Dominasi OpenAI di App Store

ChatGPT, produk andalan OpenAI, saat ini berada di posisi teratas sebagai aplikasi gratis paling populer di iOS Amerika. Selain itu, Apple menempatkan ChatGPT-5 di bagian atas kategori “Must-Have Apps,” memperkuat kesan bahwa OpenAI mendapatkan dukungan istimewa dari Apple.


Ketegangan Lama antara Musk dan OpenAI

Elon Musk memiliki sejarah panjang dengan OpenAI. Ia adalah salah satu pendiri startup tersebut pada 2015, namun mundur dari dewan pada 2018. Kini, Musk bahkan menggugat OpenAI dan CEO-nya, Sam Altman, karena dinilai menyimpang dari misi awal “untuk kepentingan umat manusia.”


Isu Internal di xAI: Kepala Hukum Mundur

Pekan lalu, Robert Keele, kepala departemen hukum xAI, mengundurkan diri dengan alasan ingin lebih banyak waktu bersama keluarga. Ia juga menyebut ada “perbedaan pandangan dunia” dengan Elon Musk, yang memperdalam spekulasi soal dinamika internal perusahaan.


Respons Sam Altman: Musk Juga Bermain Curang

Menanggapi klaim Musk terhadap Apple, CEO OpenAI Sam Altman menyindir balik:

“Luar biasa mendengar tuduhan Elon, mengingat laporan tentang dirinya yang memanipulasi X demi keuntungan pribadi dan menjegal pesaing,” tulis Altman di X.


Apple dan Tuduhan Monopoli Sebelumnya

Ini bukan kali pertama Apple menghadapi tuduhan praktik monopoli. Pada 2024, Departemen Kehakiman AS menggugat Apple atas kendali terhadap ekosistem iPhone. Putusan pengadilan juga memaksa Apple mengubah kebijakan komisi App Store yang selama ini dianggap membatasi pengembang.


Kesimpulan: Potensi Gugatan Besar dan Dampaknya

Langkah hukum Musk bisa menjadi babak baru dalam kontroversi dominasi teknologi besar atas pasar aplikasi. Jika gugatan xAI benar-benar dilayangkan, Apple bisa kembali berada di bawah tekanan hukum seperti sebelumnya. Situasi ini juga berpotensi mengguncang industri AI yang kini sedang berkembang pesat.


Penulis:Zaskia amelia