Situasi transfer di bursa musim panas Serie A semakin menarik, terutama terkait negosiasi antara Torino dan klub-klub luar negeri. Dalam wawancara eksklusif dengan TG, agen pemain Antonov membocorkan perkembangan terbaru yang melibatkan Spartak Moskow dan bek Cuesta, serta hambatan transfer Coco yang memengaruhi langkah Torino.
baca juga:OTT KPK di Tiga Lokasi: Ungkap Dugaan Suap Terkait Peningkatan Kualitas Rumah Sakit
Spartak Alihkan Fokus ke Cuesta
Menurut Antonov, Spartak awalnya mengincar Coco sebagai target utama untuk memperkuat lini belakang mereka. Namun, negosiasi berjalan alot karena Torino memasang harga yang sangat tinggi. Akibatnya, Spartak mengalihkan perhatian ke bek Cuesta, yang dinilai lebih realistis dari sisi biaya transfer.
"Spartak sebenarnya menyukai profil Coco, tapi ketika mendengar permintaan harga dari Torino, mereka langsung mempertimbangkan opsi lain. Akhirnya, fokus beralih ke Cuesta," ujar Antonov.
Harga Tinggi Jadi Penghalang
Torino tampaknya tidak ingin melepas Coco dengan harga murah. Klub yang dilatih Ivan Juric itu menilai Coco memiliki potensi besar dan bisa menjadi bagian penting tim musim depan, sehingga mereka berani menetapkan nilai jual yang tinggi. Strategi ini, meski melindungi aset klub, justru membuat klub peminat mencari alternatif lain.
Dampak bagi Transfer Lain
Kondisi ini juga berpengaruh pada kesepakatan transfer lain, seperti kasus Pieter Idzes yang disebut sudah sepakat secara personal dengan Torino. Finalisasi transfer Idzes dikabarkan menunggu keputusan akhir terkait Coco, karena posisi dan pergerakan pemain saling terkait di dalam skema transfer klub.
Spartak dan Cuesta: Win-Win Solution?
Beralihnya Spartak ke Cuesta bisa menjadi keuntungan bagi semua pihak. Bagi Spartak, mereka mendapatkan bek yang sesuai dengan kebutuhan taktik dan anggaran. Bagi Torino, mereka tetap mempertahankan Coco, setidaknya hingga ada tawaran yang sesuai.
Antonov menegaskan bahwa bursa transfer masih panjang, dan situasi bisa berubah kapan saja. "Di sepak bola, satu telepon saja bisa mengubah segalanya," tutupnya.
penulis:mudho firudin