Logo Universitas Teknokrat Indonesia

EUR/USD Menguat Dekati Puncak Mingguan, Dolar AS Tertekan oleh Spekulasi The Fed dan Sentimen Geopolitik

Gambar untuk EUR/USD Menguat Dekati Puncak Mingguan, Dolar AS Tertekan oleh Spekulasi The Fed dan Sentimen Geopolitik

Pasangan mata uang EUR/USD diperdagangkan mendekati level tertinggi dalam seminggu, seiring dengan melemahnya Dolar AS yang mengalami tekanan akibat spekulasi kebijakan Federal Reserve dan membaiknya sentimen geopolitik global.

baca juga : Skill Komunikasi Bisnis Ini Wajib Dimiliki Setiap Profesional

1. Dolar AS Melemah, EUR/USD Manfaatkan Momentum

Taruhan Pelonggaran Kebijakan oleh The Fed Tekan USD

Investor mulai mengantisipasi bahwa The Fed akan melonggarkan kebijakan moneternya dalam beberapa bulan ke depan. Ekspektasi ini menyebabkan penurunan permintaan terhadap Dolar AS.

Yield Obligasi AS Menurun, Tambah Beban Dolar

Turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS turut memperkuat tekanan terhadap greenback, membuka ruang penguatan lebih lanjut bagi euro.

2. Euro Didorong Oleh Optimisme Pasar dan Stabilitas Politik

Data Ekonomi Zona Euro Tunjukkan Ketahanan

Beberapa indikator ekonomi dari kawasan euro menunjukkan perbaikan, termasuk data sektor jasa dan sentimen bisnis yang mengangkat nilai tukar euro.

Stabilitas Politik di Eropa Dorong Kepercayaan Investor

Meredanya kekhawatiran politik di beberapa negara Eropa turut memperkuat posisi euro di pasar valuta asing.

baca juga : ‎Rektor Universitas Teknokrat Hadiri Munas APTISI VII di Bandung, Bahas Transformasi PTS untuk Indonesia Emas

3. Sentimen Geopolitik Global Turut Mempengaruhi Pasar

Membaiknya Ketegangan Global Dukung Aset Risiko

Redanya ketegangan geopolitik, termasuk di Timur Tengah dan Asia, mendorong investor untuk keluar dari aset safe haven seperti Dolar AS dan beralih ke mata uang utama lainnya.

Pasar Valas Reaktif Terhadap Dinamika Global

Perubahan arah pasar global menjadikan EUR/USD sebagai salah satu pasangan mata uang paling sensitif terhadap berita geopolitik dan kebijakan bank sentral.

penulis : Muhammad Anwar Fuadi