Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Fenomena Bendera One Piece di Indonesia: Simbol Kreativitas atau Kritik Sosial?

Gambar untuk Fenomena Bendera One Piece di Indonesia: Simbol Kreativitas atau Kritik Sosial?

1. Awal Mula Viral: Bendera One Piece Tersebar di Media Sosial

Fenomena pengibaran bendera bajak laut One Piece di Indonesia mulai mencuat sejak 26 Juli 2025, berdasarkan data dari Drone Emprit. Menurut analis Nova Mujahid, ajakan untuk mengibarkan bendera tersebut pertama kali muncul di platform X (sebelumnya Twitter), dan awalnya hanya dianggap sebagai bentuk hiburan semata.

Namun, memasuki bulan Agustus, tren ini berubah menjadi wacana serius dan kritik sosial, terutama setelah kata "One Piece" menembus 50 besar trending topic di Indonesia sejak 31 Juli, dengan puncak diskusi terjadi pada 1 Agustus.

baca juga:CHAN 2024: Super Eagles Dapat Suntikan Semangat dari Kesuksesan Super Falcons dan D’Tigress


2. Makna Simbolik di Balik Bendera Bajak Laut One Piece

Bendera hitam dengan simbol Jolly Roger bertopi jerami, khas karakter utama One Piece, Monkey D. Luffy, kini menjadi sorotan di media sosial dan jalanan. Meski berasal dari serial anime populer karya Eiichiro Oda, simbol ini bukan hanya soal petualangan bajak laut.

Dalam konteks cerita, Luffy dan kru bajak lautnya justru melawan ketidakadilan, menolak kekuasaan korup, dan memperjuangkan kebebasan. Ini yang membuat banyak anak muda merasa relate dengan pesan moral di dalamnya.

Bahkan, bendera ini pernah menjadi simbol dukungan untuk Palestina, saat pertama kali muncul dalam aksi demonstrasi di tahun 2023. Sejak saat itu, ia dikenal sebagai simbol solidaritas dan perjuangan melawan penindasan.


3. Bendera One Piece Berkibar di Berbagai Wilayah Indonesia

Menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI pada Agustus, bendera bajak laut One Piece terlihat di berbagai lokasi, mulai dari atap rumah, tiang bendera, kendaraan, hingga bagian belakang truk.

Masyarakat dunia maya juga turut meramaikan tren ini melalui unggahan di media sosial. Sebagian orang memaknainya sebagai sindiran terhadap kondisi sosial dan politik yang dianggap memburuk, mencerminkan rasa kecewa terhadap situasi nasional.


4. Reaksi Publik dan Pemerintah terhadap Simbol Bajak Laut

Fenomena ini memunculkan berbagai sudut pandang dari tokoh pemerintah:

  • Menteri HAM, Natalius Pigai, menilai pemasangan bendera One Piece sebagai bentuk pelanggaran hukum dan tindakan yang mengarah pada makar, karena dianggap mencederai simbol negara.
  • Menko Polhukam, Budi Gunawan, menyebut ada unsur provokasi dalam aksi ini yang bisa merendahkan martabat Bendera Merah Putih, dan menegaskan bahwa pemerintah akan bertindak tegas jika ditemukan niat kesengajaan.

Namun tidak semua tokoh berpandangan negatif. Anggota DPR dari Fraksi PDI-P, Deddy Sitorus, justru melihat fenomena ini sebagai kritik kreatif dari masyarakat, bukan sebagai kejahatan. Ia meminta pemerintah untuk menghargai aspirasi rakyat, dan tidak terburu-buru mengkriminalisasi bentuk ekspresi tersebut.

baca juga:Universitas Teknokrat Indonesia Kukuhkan Wisudawan, LLDIKTI Tekankan Profesionalisme dan Kemandirian


5. Tanggapan Resmi Pemerintah: Antara Kreativitas dan Kesakralan Kemerdekaan

Dalam menanggapi tren ini, pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengakui adanya keresahan masyarakat terhadap berbagai persoalan bangsa. Ia menyatakan bahwa kreativitas warga, termasuk lewat bendera One Piece, merupakan bagian dari kebebasan berekspresi.

Namun demikian, Prasetyo mengingatkan agar peringatan kemerdekaan RI tidak dinodai. Pemerintah mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap mengibarkan Merah Putih sebagai simbol pemersatu, khususnya di momen bersejarah 80 tahun Indonesia merdeka.

“Apa pun kritiknya, mari kita jaga momen ini agar tetap bermakna. Kita harus bersatu sebagai bangsa, saling menjaga dan optimis menatap masa depan,” ujar Prasetyo.

penulis:Titin af-idatus soraya