Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Fenomena ‘Roh Halus’ di Mal Kosong, BPS Tunjukkan Data Mengejutkan

Gambar untuk Fenomena ‘Roh Halus’ di Mal Kosong, BPS Tunjukkan Data Mengejutkan

Mal Sepi, Tapi Ada 'Penghuni'?

Isu tentang mal yang tampak sepi pengunjung namun tetap beroperasi dan terlihat ‘hidup’ terus menjadi pembicaraan. Banyak yang menyebutnya sebagai tempat yang dihuni “roh halus” karena tetap buka meski tak ramai. Tapi kini, bukan mitos atau cerita misteri, Badan Pusat Statistik (BPS) membawa data yang membuka fakta sebenarnya.

baca juga : Kabel Cross: Solusi Sederhana Jaringan Tanpa Switch


BPS Ungkap Jumlah Pengunjung Mal yang Tidak Sebanding

Dalam laporan terbaru, BPS mencatat bahwa ada beberapa pusat perbelanjaan di kota besar yang mengalami penurunan kunjungan cukup signifikan. Meski tenant masih beroperasi, jumlah pengunjung tidak sesuai dengan kapasitas dan operasional gedung. Hal inilah yang memicu dugaan adanya "mal hantu", istilah untuk mal yang tampak kosong namun tetap berjalan.


Jumlah Pengunjung Tidak Sejalan dengan Aktivitas Ekonomi

Menurut data BPS, beberapa mal tetap mencatat aktivitas ekonomi, namun tidak didukung oleh kehadiran konsumen yang signifikan. Artinya, transaksi atau operasional tetap berlangsung, namun tidak terlihat dalam bentuk keramaian fisik. Fenomena ini menimbulkan banyak pertanyaan, termasuk apakah ada penyewa fiktif atau hanya penopang bisnis internal.


Dugaan ‘Roh Halus’ Jadi Simbol Mal yang Tak Produktif

Istilah 'roh halus' yang ramai di media sosial sebenarnya merujuk pada aktivitas misterius di balik operasional mal sepi. Dalam konteks ini, ‘roh halus’ bukan entitas gaib, melainkan simbol dari operasional yang berjalan tanpa kejelasan volume konsumen. Ini bisa mencerminkan kondisi ekonomi yang lesu atau strategi bisnis yang belum efektif.

baca juga : Pengukuhan Mahasiswa Terbaik dan Teladan Bukti Komitmen Teknokrat Ciptakan SDM Unggul


BPS Dorong Evaluasi Sektor Perdagangan Modern

Melalui temuannya, BPS mengajak para pelaku usaha di sektor retail modern untuk melakukan evaluasi strategi bisnis. Pasalnya, keberadaan mal yang terus beroperasi namun minim pengunjung dapat menjadi beban biaya tinggi dan tidak efisien. Di sisi lain, masyarakat semakin beralih ke platform belanja digital, yang juga memengaruhi lalu lintas pengunjung di pusat perbelanjaan.

penulis : Muhammad Anwar Fuadi