Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Film Merah Putih: One For All Bukan Proyek Pemerintah, Ini Faktanya

Kategori: Uncategorized
Gambar untuk Film Merah Putih: One For All Bukan Proyek Pemerintah, Ini Faktanya

Film Merah Putih: One For All yang baru saja merilis trailer-nya langsung menarik perhatian publik. Tema kebangsaan yang kuat, waktu tayang yang mendekati perayaan 17 Agustus, dan budget besar yang dikabarkan mencapai Rp 6,7 miliar menimbulkan spekulasi bahwa film ini adalah proyek pemerintah. Namun, kenyataannya berbeda jauh dari dugaan tersebut.

Kemenparekraf Menegaskan Tidak Ada Dana Negara untuk Film Ini

Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, menjelaskan bahwa Kemenparekraf sama sekali tidak terlibat dalam pembiayaan maupun promosi film ini. Menurutnya, kementerian hanya terlibat dalam audiensi untuk mendengarkan keluhan dari pelaku industri dan memberikan masukan. "Kami tidak memberikan bantuan finansial dan tidak memberikan fasilitas promosi," tegasnya melalui Instagram Stories.

Keterlibatan Kemenparekraf: Audiensi dan Masukan Industri

Irene menjelaskan bahwa audiensi yang dilakukan dengan pelaku industri adalah bagian dari upaya untuk mendengar langsung aspirasi mereka. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap kegiatan industri dapat memberikan dampak positif. Kemenparekraf mendukung kebebasan berkarya selama hal itu memberikan kontribusi positif bagi dunia perfilman Indonesia.

Baca juga : Kenapa System Analyst Dibayar Mahal? Ini Alasannya!

Pendanaan Film: Sumber Dana Dari Perfiki Kreasindo

Ternyata, sumber dana untuk produksi Merah Putih: One For All berasal dari Perfiki Kreasindo, sebuah organisasi yang terdiri dari produser film. Dana untuk film ini dikumpulkan melalui sistem patungan di antara anggota asosiasi, bukan berasal dari satu investor besar. Ini berarti pembiayaan film dilakukan secara kolektif, bukan dengan uang negara.

Perfiki Kreasindo: Asosiasi Produser Film Nasional

Perfiki Kreasindo berada di bawah naungan Yayasan Pusat Perfilman H. Usmar Ismail, sebuah yayasan nirlaba yang berfokus pada pengembangan perfilman nasional. Meskipun tema film ini sangat nasionalis, proyek ini sepenuhnya merupakan inisiatif dari para pelaku industri film, bukan proyek yang didanai oleh negara.

Kontribusi Bersama dalam Produksi Film

Sutradara Endiarto menjelaskan bahwa produksi film ini merupakan hasil gotong-royong antara para anggota Perfiki Kreasindo, dengan semua pihak yang terlibat memberikan kontribusi sesuai kemampuan mereka. Ini termasuk para dubber dan kru yang tidak menggunakan tokoh ternama, demi menjaga biaya tetap rendah. "Kami gotong royong dalam bentuk effort, bukan uang," ujar Endiarto.

Baca juga : Topology Hybrid, Perpaduan Cerdas untuk Efisiensi Jaringan

Spekulasi Soal Budget dan Aset Murah

Beberapa spekulasi muncul karena proyek film dengan tema nasionalisme dan budget besar sering kali diasosiasikan dengan dana pemerintah, apalagi saat film tayang menjelang 17 Agustus. Beberapa rumor juga menyebutkan penggunaan Daz3D, platform yang menyediakan aset 3D siap pakai, untuk memotong biaya produksi. Meski demikian, Endiarto menegaskan bahwa pemilihan aset tersebut adalah keputusan strategis produksi untuk memenuhi deadline yang ketat.

Proses Produksi dan Deadline Ketat

Film ini baru mulai dikerjakan pada Juni 2025 dengan target tayang pada Agustus 2025. Dengan tenggat waktu yang sangat singkat, pemilihan cara produksi yang efisien dan hemat memang diperlukan agar film bisa selesai tepat waktu. Namun, sekali lagi, tidak ada bukti bahwa dana negara terlibat dalam produksi film ini.

Baca juga : Rektor Universitas Teknokrat Indonesia hadiri KSTI Indonesia 2025 keynote Speech Bapak Prabowo Subianto

Semua Pembiayaan Dari Dana Pribadi

Endiarto menegaskan kembali bahwa semua dana yang digunakan untuk produksi Merah Putih: One For All berasal dari dana pribadi anggota Perfiki Kreasindo. Tidak ada satu pun dana yang diterima dari pemerintah atau lembaga negara. "Kami berharap ada pihak yang mendukung kami, tapi semua biaya berasal dari dana pribadi," tegasnya.

penulis : aqilah az-zahra