Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Gerhana Matahari 2027, Spektakuler dan Terlama Abad Ini

Kategori: Sains
Gambar untuk Gerhana Matahari 2027, Spektakuler dan Terlama Abad Ini

Beradar kabar mengenai Gerhana Matahari Total yang disebut akan terjadi pada 2 Agustus 2025 dan membuat Bumi gelap selama enam menit ternyata tidak benar. BMKG menyatakan bahwa fase bulan baru di bulan Agustus 2025 terjadi pada tanggal 23. 

Pada tanggal tersebut, tidak tercatat adanya gerhana matahari, melainkan pada tanggal dan bulan yang sama di tahun 2027 nanti. Fenomena serupa juga tidak terjadi di wilayah Indonesia maupun dibagian dunia lainnya.

Baca juga: Bupati Bombana Salurkan Bantuan Kepada Korban Bencana

Sebuah fenomena langit langka akan terjadi pada tanggal 2 Agustus 2027. Gerhana matahari total ini disebut sebagai yang terlama terlihat dari daratan sepanjang abad ini.

Gerhana akan mencapai totalitas hingga 6 menit 23 detik, sebuah durasi yang sangat jarang terjadi. Ini menjadikannya momen astronomi paling dinanti dalam beberapa dekade terakhir.

Melansir laman space.com, jalur totalitas akan dimulai dari Samudra Atlantik. Selanjutnya, gerhana melintasi Spanyol selatan, Maroko, Aljazair, Tunisia, Libya, Mesir, hingga ke Yaman dan Somalia.

Beberapa kota akan menjadi lokasi terbaik untuk menyaksikan totalitas penuh. Salah satunya Luxor di Mesir, yang diperkirakan mengalami kegelapan total selama 6 menit 22 detik.

Fenomena ini dijuluki “Great North African Eclipse” karena melintasi tiga benua dengan jangkauan sangat luas. Lebar lintasan mencapai sekitar 258 kilometer, memberikan banyak titik pengamatan ideal.

Wilayah seperti Mesir dan Libya disebut-sebut sebagai lokasi paling menguntungkan karena cuaca cenderung cerah. Peluang untuk melihat korona matahari pun sangat tinggi.

Sayangnya, Indonesia tidak masuk dalam jalur totalitas. Bahkan sebagian besar wilayah hanya akan melihat gerhana sebagian yang sangat minim, itu pun saat mendekati waktu senja.

Meski begitu, masyarakat Indonesia tetap dapat menyaksikan momen ini secara daring. Siaran langsung dari wilayah totalitas akan tersedia sebagai alternatif pengamatan.

Baca juga: Universitas Teknokrat Indonesia Diakui LLDikti sebagai Pencetak SDM Berkualitas

Gerhana ini bukan sekadar tontonan langit yang indah. Para ilmuwan menantikan momen ini sebagai peluang emas untuk meneliti korona matahari dan dinamika atmosfer atas Bumi secara mendalam.

Penulis: Indra Irawan