Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Google AI Overview Bakal Tampilkan Iklan, Termasuk di Indonesia

Kategori: Teknologi
Gambar untuk Google AI Overview Bakal Tampilkan Iklan, Termasuk di Indonesia

Ekspansi Iklan di Fitur AI Overview Google

Google resmi mengumumkan bahwa fitur AI Overview atau ringkasan berbasis kecerdasan buatan (AI) di hasil pencarian Google Search akan mulai menampilkan iklan, termasuk untuk pengguna di Indonesia, pada akhir tahun ini. Sebelumnya, fitur iklan ini hanya tersedia di Amerika Serikat dan beberapa negara berbahasa Inggris. Kini, Google memperluas jangkauan iklan AI Overview ke kawasan Asia-Pasifik, termasuk India, Pakistan, Australia, Malaysia, Singapura, Indonesia, dan Filipina.

Pengumuman ini disampaikan dalam acara Google Marketing Live di Singapura sebagai bagian dari strategi Google untuk beradaptasi dengan perubahan perilaku pengguna yang mulai beralih dari pencarian kata kunci sederhana ke pencarian kompleks berbasis AI seperti Gemini, ChatGPT, dan Perplexity.

Baca juga: Strategi Digital Marketing Paling Ampuh di Tahun Ini

Cara Kerja Iklan di AI Overview

Alih-alih hanya menampilkan tautan situs web, AI Overview memberikan jawaban ringkas atas pertanyaan pengguna secara langsung. Contohnya, ketika pengguna mencari cara menghilangkan noda pada celana jeans, Google tidak hanya menampilkan tautan artikel, tetapi juga memberikan langkah-langkah pembersihan lengkap. Kini, Google menambahkan iklan berlabel “Sponsored” di bagian bawah ringkasan AI, yang merekomendasikan produk terkait, seperti pembersih noda.

Iklan ini disesuaikan dengan konteks pencarian komersial, misalnya produk rumah tangga, elektronik, atau rekomendasi perjalanan. Format iklan biasanya berupa carousel yang tampil di bagian atas halaman pencarian, menarik dari kampanye Google Ads seperti Google Shopping dan Search Ads.

Dampak pada Media Online dan Jurnalisme Digital

Sebagai penguasa pasar pencarian global dengan lebih dari 81 persen pangsa pasar, perubahan ini menimbulkan tantangan serius bagi situs berita dan penerbit konten digital. Dengan AI Overview memberikan jawaban langsung, pengguna tidak lagi perlu mengunjungi situs sumber, yang berpotensi menurunkan trafik dan pendapatan iklan media online.

Laporan memperkirakan bahwa AI Overview dapat menyebabkan kerugian hingga 2 miliar dolar AS bagi industri media akibat penurunan tampilan iklan. Penurunan trafik ini bahkan telah menyebabkan beberapa media besar, seperti BuzzFeed News dan AnandTech, menutup operasinya.

Upaya Google Menyeimbangkan Inovasi dan Keberlanjutan Konten

Google menyatakan akan terus mendengarkan masukan dari penerbit dan berusaha menjaga keseimbangan antara inovasi AI dan keberlangsungan ekosistem konten. Google menegaskan tautan ke situs sumber akan tetap ditampilkan dan diprioritaskan, bahkan dengan penempatan yang lebih jelas di sisi kanan ringkasan AI.

Menurut Google, kualitas jawaban AI Overview yang lebih baik justru dapat meningkatkan kepuasan pengguna dan waktu kunjungan ke situs yang dirujuk.

Tren Penurunan Trafik Situs Berita

Data dari Similarweb menunjukkan penurunan signifikan trafik organik ke situs berita dari Google Search sejak Mei 2024. Trafik turun dari 2,3 miliar kunjungan menjadi kurang dari 1,7 miliar per bulan, atau sekitar 26 persen penurunan. Jumlah pencarian tanpa klik ke situs berita naik dari 56 persen menjadi 69 persen dalam satu tahun terakhir.

Hal ini menandakan semakin banyak pengguna yang hanya membaca ringkasan AI tanpa mengunjungi sumber aslinya, memberikan tekanan tambahan pada pendapatan iklan media berita.

Baca juga: Sah! Rahmat Mirzani Djausal Ketua Umum IKA SMAN 2 Bandar Lampung

Perkembangan Fitur AI Google Lainnya

Selain AI Overview, Google juga mengembangkan fitur AI lain seperti AI Mode dan Audio Overview yang memberikan ringkasan suara. Google juga meluncurkan ringkasan AI di Google Discover pada perangkat Android dan iOS di Amerika Serikat, yang menampilkan rekomendasi berita personalisasi. Perubahan ini juga diperkirakan akan memengaruhi trafik ke situs media online secara global.

Penulis: Indra