Respons Cepat Gubernur terhadap Aspirasi Nelayan
Gubernur Gusnar menunjukkan respons cepat terhadap keluhan yang disampaikan oleh para nelayan di wilayah pesisir. Dalam kunjungannya ke beberapa daerah pantai, ia mendengarkan langsung aspirasi mereka, terutama terkait kesulitan memperoleh BBM subsidi dan proses perizinan kapal yang dinilai berbelit-belit.
baca juga : Skill Komunikasi Bisnis Ini Wajib Dimiliki Setiap Profesional
BBM Subsidi Jadi Masalah Utama di Lapangan
Para nelayan mengeluhkan sulitnya mengakses solar subsidi yang sangat dibutuhkan untuk operasional kapal. Banyak yang harus mengantre berjam-jam atau membeli di luar harga normal, yang tentu saja mempengaruhi pendapatan mereka.
“Kami ini ingin melaut, tapi BBM-nya susah. Kalau pun ada, harganya mahal,” ungkap salah satu nelayan saat berdialog dengan Gubernur.
Gubernur Gusnar menyatakan akan segera berkoordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait agar distribusi BBM subsidi bisa lebih tepat sasaran dan diawasi ketat.
Proses Perizinan Masih Dinilai Rumit
Selain soal BBM, perizinan kapal dan dokumen melaut juga menjadi sorotan. Banyak nelayan merasa kesulitan mengurus dokumen karena prosedur panjang dan kurangnya informasi.
Gubernur menekankan pentingnya digitalisasi dan penyederhanaan proses perizinan agar nelayan bisa beraktivitas tanpa hambatan birokrasi.
baca juga : Wisuda Universitas Teknokrat 2025 Diwarnai Orasi Mahasiswa Bertema Perubahan Karakter Pemuda di Era Digital
Komitmen Pemerintah Daerah: Solusi Nyata untuk Nelayan
Dalam pernyataannya, Gubernur Gusnar menyatakan bahwa pemda akan:
- Membuka posko layanan cepat untuk nelayan
- Meningkatkan pengawasan distribusi BBM subsidi
- Mendorong sistem perizinan online dan terpadu
- Menyediakan pelatihan dan bantuan hukum jika nelayan terjerat aturan yang membingungkan
penulis : Muhammad Anwar Fuadi