Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Gunung Bur Ni Telong Catat 12 Gempa Vulkanik dalam Sehari, Status Tetap Waspada

Kategori: Other
Gambar untuk Gunung Bur Ni Telong Catat 12 Gempa Vulkanik dalam Sehari, Status Tetap Waspada

Gunung Api Bur Ni Telong di Bener Meriah, Aceh tetap berada dalam status Level II (Waspada). Berdasarkan laporan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), aktivitas gunung menunjukkan adanya tekanan fluida magma di bawah permukaan yang masih bergerak. Aktivitas ini tercatat dalam 12 gempa vulkanik yang terjadi pada 3 Agustus 2025.

Baca juga: 25 Penumpang Cedera pada Penerbangan Delta yang Dialihkan ke MSP Setelah Mengalami Turbulensi Parah

1. Aktivitas Kegempaan Gunung Bur Ni Telong pada 3 Agustus 2025

Pada tanggal 3 Agustus 2025, tercatat 12 kejadian gempa vulkanik di Gunung Bur Ni Telong, yang menandakan adanya pergerakan di dalam tubuh gunung. Berikut adalah rincian kejadian gempa vulkanik yang terekam:

  • 2 gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo maksimum 35 mm dan durasi 5–10 detik.
  • 10 gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 7–44 mm dan durasi 7–15 detik.
  • 1 gempa tektonik jauh dengan durasi 35 detik.

Meskipun tidak ada peningkatan signifikan secara visual, gempa-gempa ini menunjukkan bahwa tekanan fluida magma masih bergerak di kedalaman gunung. Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Bur Ni Telong, Ihsan Nopa Abadi, mengatakan bahwa meskipun secara visual tampak normal, adanya aktivitas kegempaan ini menjadi indikator proses geologi aktif.

2. Kondisi Cuaca dan Visual Gunung Bur Ni Telong

Secara visual, Gunung Bur Ni Telong tampak jelas hingga tertutup kabut tipis. Cuaca di sekitar gunung dilaporkan cerah hingga berawan, dengan suhu udara berkisar antara 18°C hingga 28°C. Angin bertiup sedang hingga kencang ke arah timur dan timur laut. Tidak ada asap yang keluar dari kawah gunung, yang menunjukkan bahwa meskipun ada aktivitas kegempaan, tidak ada tanda-tanda erupsi yang jelas.

3. Imbauan untuk Masyarakat dan Pendaki

Ihsan Nopa Abadi mengimbau masyarakat, khususnya pendaki, untuk tidak beraktivitas di sekitar kawah gunung, terutama di zona fumarola dan solfatara. Hal ini berlaku terutama saat cuaca mendung atau hujan, karena konsentrasi gas vulkanik di sekitar kawah dapat meningkat dalam kondisi lembap. Beberapa gas vulkanik bersifat tidak berbau dan sulit dideteksi, yang dapat membahayakan keselamatan jika tidak waspada.

Baca juga: Wisuda Universitas Teknokrat 2025 Diwarnai Orasi Mahasiswa Bertema Perubahan Karakter Pemuda di Era Digital

4. Pemantauan Berkelanjutan oleh PVMBG

PVMBG memastikan bahwa pemantauan terhadap Gunung Bur Ni Telong akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Masyarakat diminta untuk tetap tenang namun waspada terhadap perkembangan terbaru dan hanya mengacu pada informasi resmi yang diberikan oleh pihak berwenang.

Penulis: Fiska Anggraini