Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Gunung Marapi Luncurkan Abu Vulkanik Setinggi 1.200 Meter, Warga Diimbau Waspada

Kategori: gunung
Gambar untuk Gunung Marapi Luncurkan Abu Vulkanik Setinggi 1.200 Meter, Warga Diimbau Waspada

Pada Rabu, 16 Juli 2025, Gunung Marapi yang terletak di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat, kembali mengalami erupsi dengan meluncurkan abu vulkanik yang mencapai ketinggian 1.200 meter di atas puncak gunung. Erupsi ini menambah kekhawatiran terhadap potensi bencana yang bisa terjadi di daerah sekitar.

Baca juga: Inter Milan Dekati Ademola Lookman untuk Perkuat Lini Serang Jelang Musim 2025/2026

Erupsi Gunung Marapi: Kolom Abu Setinggi 1.200 Meter

Petugas Pos Gunung Api (PGA), Teguh Purnomo, melaporkan bahwa erupsi terjadi pada pukul 10.42 WIB dan terpantau jelas pada seismogram. Kolom abu yang teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan mengarah ke timur laut. Durasi erupsi diperkirakan sekitar 47 detik, dengan amplitudo maksimum 30,5 milimeter.

Teguh menambahkan bahwa erupsi masih berlangsung saat laporan ini dibuat, dan kolom abu tersebut berpotensi untuk terus berkembang, mengingat status gunung yang masih dalam kategori Waspada (Level II).

Status Gunung Marapi: Waspada (Level II) dan Larangan Aktivitas di Radius 3 Kilometer

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, Gunung Marapi masih berstatus Waspada (Level II). PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) mengeluarkan sejumlah rekomendasi terkait keamanan masyarakat di sekitar kawasan gunung. Di antaranya adalah larangan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari Kawah Verbeek, pusat aktivitas vulkanik gunung. Semua kegiatan seperti pendakian dan kunjungan wisata sangat tidak dianjurkan di area tersebut karena potensi bahaya yang mengancam.

Potensi Bahaya Lahar Dingin dan Hujan Abu: Warga Diminta Waspada

Selain erupsi, PVMBG juga mengingatkan potensi ancaman la har dingin, terutama bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak Gunung Marapi. Bencana ini seringkali terjadi saat curah hujan meningkat, yang dapat mengalirkan material vulkanik menuju sungai-sungai di sekitar gunung, menyebabkan banjir lahar.

  • Hujan Abu Vulkanik: Saat terjadinya erupsi, abu vulkanik dapat turun ke wilayah sekitar. Oleh karena itu, PVMBG mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan masker penutup hidung dan mulut saat berada di luar ruangan. Penggunaan masker bertujuan untuk menghindari gangguan pada saluran pernapasan, seperti ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut).

Langkah Pencegahan: Koordinasi Pemerintah dan Masyarakat

PVMBG mengajak pemerintah daerah di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, serta Kota Bukittinggi untuk terus menjalin koordinasi intensif terkait perkembangan situasi vulkanik di Gunung Marapi. Dengan langkah-langkah mitigasi yang tepat, diharapkan risiko terhadap keselamatan masyarakat dapat diminimalkan.

Baca juga: Penjelasan C++

Kesimpulan: Tetap Waspada terhadap Potensi Bencana Gunung Marapi

Erupsi yang terjadi pada 16 Juli 2025 menunjukkan bahwa Gunung Marapi masih dalam keadaan aktif dan bisa mengeluarkan abu vulkanik dalam jumlah yang signifikan. Masyarakat di sekitar gunung harus tetap waspada dan mengikuti imbauan resmi dari PVMBG, termasuk menghindari aktivitas di radius 3 kilometer dari kawah dan menggunakan masker saat terjadi hujan abu. Selain itu, ancaman lahar dingin yang dapat terjadi saat hujan juga harus diwaspadai, terutama oleh masyarakat yang tinggal di sekitar sungai yang berhulu di Gunung Marapi.

Penulis: Nazwatun nurul inayah