Peneliti dari St. Jude Children’s Research Hospital mengungkapkan bahwa virus H5N1 pada sapi perah lebih mirip dengan virus yang ditemukan pada burung dibandingkan dengan virus influenza yang lebih mudah menginfeksi manusia. Penemuan ini menunjukkan bahwa meskipun virus H5N1 kini ditemukan pada sapi perah, kemampuannya untuk bermutasi dan menginfeksi manusia secara efisien masih rendah.
Baca Juga : Tabel KUR BRI 2025: Pinjaman Rp 1-10 Juta Cicilan Rendah Mulai Rp 22 Ribu, Simak Rinciannya!
Penemuan Virus H5N1 pada Sapi Perah: Masih Menjaga Ciri-ciri Infeksi pada Burung
Virus influenza H5N1 yang ditemukan pada sapi perah sejak 2024 ternyata lebih cenderung mempertahankan kemiripannya dengan virus burung daripada virus yang bisa menginfeksi mamalia, termasuk manusia. Penelitian yang dilakukan oleh St. Jude Children’s Research Hospital menunjukkan bahwa virus ini tidak beradaptasi dengan baik untuk menginfeksi manusia atau mamalia lainnya.
Mekanisme Penyebaran Virus pada Sapi Perah
Para peneliti menemukan bahwa virus dari sapi perah tidak dapat menyebar melalui udara antar mamalia, meskipun masih mungkin terjadi infeksi langsung pada manusia yang memiliki kontak dekat dengan sapi perah yang terinfeksi. Virus-virus ini juga menunjukkan kemiripan biologis dengan virus flu burung, baik dalam urutan genetik maupun cara virus mengikat reseptor pada sel burung.
Risiko H5N1 pada Manusia: Terbatas pada Infeksi Langsung
Meskipun virus ini tidak menginfeksi manusia dengan mudah, sudah ada laporan bahwa setidaknya 41 orang terinfeksi melalui kontak langsung dengan sapi perah yang terinfeksi. Para ilmuwan menguji apakah virus ini bisa menyebar antar manusia dengan menggunakan model mamalia, dan mereka menemukan bahwa virus ini tidak bisa menyebar melalui udara, tetapi dapat menyebar melalui kontak langsung antar individu.
Antivirus dan Vaksin: Apakah Mereka Efektif?
Penelitian juga mengungkapkan bahwa vaksin flu burung memberikan perlindungan silang terhadap virus ini. Para ilmuwan menemukan bahwa sera dari pasien yang divaksinasi terhadap influenza burung menunjukkan beberapa perlindungan terhadap virus sapi perah. Selain itu, antivirals yang saat ini digunakan untuk mengobati influenza manusia juga terbukti efektif melawan virus H5N1 dari sapi perah, dengan tidak ada tanda-tanda resistensi terhadap obat-obatan ini.
Ancaman pada Individu, Bukan Pandemi Global
Menurut Richard Webby, PhD, dari St. Jude, meskipun saat ini virus H5N1 pada sapi perah tidak berisiko menyebabkan pandemi, namun masih ada ancaman untuk individu, terutama mereka yang bekerja langsung dengan sapi perah atau mengkonsumsi susu mentah dari sapi yang terinfeksi. Ini menunjukkan bahwa meskipun risikonya rendah, perhatian terhadap infeksi langsung harus tetap dijaga.
Pentingnya Kewaspadaan terhadap Potensi Perubahan Virus di Masa Depan
Meskipun saat ini virus ini tidak menunjukkan potensi untuk menjadi pandemi, para peneliti tetap mengingatkan bahwa virus ini terus berkembang dan dapat berpotensi berubah. Oleh karena itu, tetap waspada terhadap kemungkinan infeksi dan perkembangan virus di masa depan tetap penting.
Penelitian dan Pendanaan
Penelitian ini didukung oleh National Institute of Allergy and Infectious Diseases dan ALSAC, serta dilakukan oleh sejumlah ilmuwan dari St. Jude Children’s Research Hospital, Circle H Headquarters LLC, University of Georgia, dan Ohio State University.
Baca Juga : Rahasia Software Produktif: Tingkatkan Kinerja Tim Anda 10x Lipat!
Tentang St. Jude Children's Research Hospital
St. Jude Children’s Research Hospital adalah lembaga yang terdepan dalam riset, perawatan, dan penyembuhan penyakit-penyakit catastrofik pada anak. Dari kanker hingga gangguan darah yang mengancam jiwa, kondisi neurologis, dan penyakit infeksi, St. Jude berkomitmen untuk mengembangkan pengobatan dan pencegahan melalui riset inovatif dan perawatan yang penuh kasih.
Penulis : Tamtia Gusti Riana