Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Haji Isam Dapat Penghargaan dari Prabowo, Kekayaannya Tembus Rp 14 Triliun

Gambar untuk Haji Isam Dapat Penghargaan dari Prabowo, Kekayaannya Tembus Rp 14 Triliun

Samsudin Andi Arsyad, yang lebih dikenal sebagai Haji Isam, semakin mencuri perhatian publik setelah mendapatkan penghargaan dari Presiden Prabowo Subianto. Pada acara HUT ke-80 Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Negara, Haji Isam bersama 140 tokoh lainnya dianugerahi tanda jasa dan kehormatan. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam pembangunan ekonomi nasional dan penciptaan lapangan kerja melalui grup bisnisnya, Jhonlin Group.

baca juga:Pentingnya Monitoring Jaringan WAN Agar Tidak Down: Cegah Sebelum Terlambat!

Jejak Bisnis Haji Isam: Dari Ojek ke Raja Tambang

Haji Isam memulai karier bisnisnya dengan langkah sederhana sebagai tukang ojek sebelum merambah dunia pertambangan batu bara. Pada 2001, ia bergabung dengan Johan Maulana dan belajar mengelola bisnis pertambangan. Setelah itu, Haji Isam berhasil memperluas usaha dan menjadi kontraktor pelaksana di PT Arutmin Indonesia, anak perusahaan Bumi Resources.

Haji Isam lalu mendirikan Jhonlin Baratama yang bergerak di bidang tambang batu bara. Selain itu, ia juga mengembangkan usaha di sektor lain seperti pertanian, penerbangan, logistik, dan biodiesel melalui perusahaan-perusahaan yang ia dirikan seperti Jhonlin Agro, Jhonlin Air Transport, dan Jhonlin Marine.

Kekuatan Bisnis Haji Isam di Bursa Efek Indonesia

Keberhasilan bisnis Haji Isam semakin mencuat setelah perusahaan Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) melantai di Bursa Efek Indonesia. Harga saham JARR melonjak 245,18% sepanjang 2025, membawa kapitalisasi pasar perusahaan ini tembus Rp 9,88 triliun. Haji Isam, yang menguasai 91,11% saham PT Eshan Agro Sentosa (EAS), pengendali utama JARR, diketahui memiliki saham dengan nilai mencapai Rp 7,8 triliun.

Kekayaan Anak Haji Isam: Liana Saputri dan Jhony Saputra

Tidak hanya Haji Isam, kekayaan keluarga juga ikut meroket. Anak-anak Haji Isam, Liana Saputri dan Jhony Saputra, memperoleh keuntungan besar dari perusahaan yang mereka kelola, terutama PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), emiten sawit yang sahamnya melesat 240% pada tahun 2025. Saham PGUN yang dimiliki Liana dan Jhony kini diperdagangkan pada harga Rp 1.445 per saham, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 8,29 triliun.

Berkat kenaikan harga saham ini, harta kekayaan kedua anak Haji Isam diperkirakan mencapai Rp 6,36 triliun. Keluarga Haji Isam kini tercatat memiliki total kekayaan di dua perusahaan publik yang dikendalikan, mencapai Rp 14,16 triliun atau hampir menyentuh angka US$ 1 miliar.

Bisnis Haji Isam di Sektor Lain: Perkebunan dan Gula

Selain pertambangan, Haji Isam juga aktif dalam bisnis perkebunan, termasuk usaha perkebunan tebu yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo di Bombana, Sulawesi Tenggara pada 2020. Investasi tersebut mendapat pujian dari Jokowi karena dianggap sebagai langkah berani dalam meningkatkan sektor industri gula di Indonesia.

baca juga:Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Juara 1 dan 2 Lomba Capture The Flag Cyber Security Diskominfo Pesawaran

Kontribusi Haji Isam bagi Perekonomian Nasional

Dengan berbagai bisnis yang dimilikinya, Haji Isam telah memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia. Ia berperan dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan penerimaan negara melalui pajak serta investasi di berbagai sektor. Berbagai proyek besar yang dijalankan, termasuk cetak sawah di Merauke, menunjukkan peran strategis Haji Isam dalam pembangunan nasional.

penulis:laura shintia rengganiss