Visi Bisnis Haji Isam: Menangkap Tren Energi Ramah Lingkungan
Samsudin Andi Arsyad, atau yang lebih dikenal dengan nama Haji Isam, seorang pengusaha dengan pengalaman bisnis yang panjang, telah memanfaatkan potensi energi ramah lingkungan, khususnya biodiesel. Salah satu langkah besar yang diambilnya adalah mendirikan PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), sebuah perusahaan yang bergerak dalam pengolahan Fatty Acid Methyl Ester (FAME), bahan baku utama biodiesel.
JARR tidak hanya bergerak di sektor pengolahan sawit, tetapi juga menerapkan prinsip keberlanjutan dalam setiap aspek operasionalnya. Perusahaan yang terletak di Kalimantan Selatan (Kalsel) ini bahkan telah mengapalkan FAME perdana pada 2021 dan membangun pabrik biodiesel berkapasitas 1.500 ton per hari. Langkah ini mencerminkan komitmen Haji Isam dalam mengembangkan bisnis energi bersih dari hulu ke hilir.
Baca juga: 188 Saham Terperosok ke FCA: CDIA, COIN, Hingga ARGO
Kinerja Cemerlang JARR: Raih Kontrak Pembelian FAME Senilai Rp2,4 Triliun
Bisnis biodiesel yang dikelola oleh Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) semakin berkembang pesat. Berdasarkan laporan keuangan kuartal II 2025, perusahaan ini berhasil meraih kontrak pembelian FAME dengan PT Pertamina Patra Niaga (PPN) senilai Rp2,4 triliun. Kontrak yang berlaku satu tahun ini mencakup pasokan 162.906 kiloliter (KL) FAME jenis PSO dan 67.525 KL untuk jenis non-PSO di wilayah Wayame, sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM No 345.K/EK.01/MEM.E/2024.
Harga FAME yang dipasok akan disesuaikan dengan Harga Indeks Pasar (HIP) yang ditetapkan oleh Menteri ESDM melalui Dirjen Migas setiap bulannya. Pada 2023, JARR sudah mengantongi kontrak sebelumnya dengan Pertamina untuk pengiriman 247.227 KL FAME.
Pencapaian Keuangan yang Mengagumkan
Pada kuartal II 2025, JARR berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp160,39 miliar, mengalami lonjakan 82,6 persen dibandingkan dengan laba bersih Rp87,8 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan laba ini berkontribusi dari penjualan JARR yang mencapai Rp2,04 triliun, tumbuh 18,66 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Baca juga: LLDIKTI dukung Produk Penelitian Unggulan Universitas Teknokrat Indonesia ke Nasional
Saham JARR Melonjak Pesat di Bursa
Menginjak tahun 2025, bisnis biodiesel Haji Isam semakin terlihat cemerlang, terlihat dari harga saham JARR yang terus menguat. Pada Selasa (12/8/2025), saham JARR tercatat diperdagangkan pada harga Rp700 per lembar, meningkat signifikan dibandingkan harga di awal tahun Rp400 per lembar. Dalam tiga bulan terakhir, saham JARR menguat hingga 83,25 persen dan tercatat 182,26 persen dalam setahun.
Di pasar saham, JARR tercatat diperdagangkan sebanyak 3,5 juta kali, dengan volume 18,89 juta lembar saham dan nilai transaksi Rp13,43 miliar.
Penulis: Fiska Anggraini