Saham BBCA Turun di Akhir Juli 2025
Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali mengalami penurunan. Pada penutupan sesi pertama perdagangan Kamis, 31 Juli 2025, saham BBCA melemah 1,19% ke level Rp 8.275 per saham. Sepanjang sesi, saham bank swasta terbesar ini diperdagangkan di kisaran Rp 8.250 hingga Rp 8.375.
baca:Pelatih FC Utrecht Puji Semangat Tim Jelang Leg Kedua Liga Europa
Aktivitas Perdagangan Saham BBCA
Volume perdagangan BBCA mencapai 92,49 juta lembar saham, dengan frekuensi transaksi sebanyak 34.524 kali, dan nilai transaksi total sebesar Rp 768,56 miliar.
Data dari aplikasi Stockbit Sekuritas menunjukkan bahwa saham BBCA mengalami tekanan jual signifikan dengan mencatatkan net sell senilai Rp 124,8 miliar, menjadi yang tertinggi dibanding saham lainnya yang juga mencatatkan aksi jual bersih.
Tren Penurunan BBCA Sejak Akhir Juli
Saham BBCA terus mencatat pelemahan sejak perdagangan 29 Juli 2025. Dalam periode sebulan terakhir, harga saham BBCA tercatat turun 4,89%, sementara secara year-to-date (ytd) sudah melemah hingga 14,47%.
Tekanan jual juga datang dari investor asing, yang telah membukukan net sell sebesar Rp 17,7 triliun sepanjang tahun berjalan.
Laba Bersih BBCA Masih Tumbuh di Kuartal Kedua 2025
Meski saham BBCA melemah, kinerja keuangan perusahaan tetap menunjukkan pertumbuhan. Pada kuartal II 2025 (2Q25), BBCA mencatatkan laba bersih sebesar Rp 14,9 triliun, naik 6% secara tahunan (YoY) dan 5% dibanding kuartal sebelumnya (QoQ).
Dengan capaian ini, total laba bersih sepanjang semester I 2025 (1H25) mencapai Rp 29 triliun, tumbuh 8% YoY, dan sesuai dengan ekspektasi pasar (mencapai 50% dari estimasi laba tahun 2025).
Fokus Investor: Kualitas Kredit Jadi Sorotan
Menurut analisis dari Stockbit Sekuritas, kinerja BBCA di kuartal kedua tidak menunjukkan perubahan signifikan dibanding kuartal pertama. Namun, perhatian investor kini mulai mengarah pada aspek kualitas kredit, yang dinilai menjadi indikator penting bagi kinerja ke depan.
penulis: inziria