Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Harga Saham Teknologi Anjlok: Ekonom Ungkap Penyebab Utama

Gambar untuk Harga Saham Teknologi Anjlok: Ekonom Ungkap Penyebab Utama

Penurunan Harga Saham Sektor Teknologi dan Faktor Penyebabnya

Saham-saham teknologi mengalami penurunan yang signifikan belakangan ini. Piter Abdullah, Policy and Program Director Prasasti Center for Policy Studies (Prasasti), mengungkapkan beberapa faktor penyebab anjloknya harga saham sektor teknologi, bahkan mendekati titik terendah.

Piter menyebutkan, "Kondisi saham-saham digital rontok semua. Penurunan ini sangat tajam, sudah mendekati level bottom."

Baca juga: 188 Saham Terperosok ke FCA: CDIA, COIN, Hingga ARGO

Faktor Penyebab Penurunan Saham Teknologi

Piter menjelaskan dua faktor utama yang menyebabkan penurunan harga saham sektor teknologi:

  1. Aliran Modal Asing yang Keluar
    Salah satu faktor utama adalah capital outflow, di mana aliran keluar modal asing belum sepenuhnya digantikan oleh investor domestik. Hal ini terjadi khususnya pada saham-saham berkapitalisasi besar atau blue chip, seperti saham bank negara dan BCA. Piter menilai harga saham-saham ini kini berada jauh di bawah harga tertingginya, yang menurutnya "tidak wajar".
  2. Isu Negatif Perusahaan Ride-Hailing
    Faktor kedua adalah sentimen negatif yang muncul terkait dengan beberapa perusahaan transportasi online atau ride-hailing. Isu mengenai eksploitasi keuntungan yang sangat besar membuat kinerja saham perusahaan-perusahaan ini terganggu. Jika benar ada keuntungan yang luar biasa, harga sahamnya seharusnya jauh lebih tinggi daripada yang terlihat saat ini.

Tantangan dalam Industri Teknologi: Biaya Operasional Tinggi

Piter juga menekankan bahwa industri teknologi merupakan sektor yang sangat padat modal dan teknologi, membutuhkan biaya besar untuk investasi, perekrutan tenaga kerja, dan pemeliharaan. Ia menjelaskan, "Ini bukan seperti membuka warung bakso, di mana investasi selesai begitu warung dibuka. Di bidang teknologi, perusahaan harus terus mengikuti perkembangan teknologi agar tidak tertinggal."

Tantangan Keuntungan: Biaya Besar yang Membebani

Selain itu, biaya operasional yang tinggi menyebabkan banyak emiten teknologi belum mencatatkan keuntungan bersih. Piter menegaskan bahwa meskipun perusahaan-perusahaan ini memiliki jutaan driver dan triliunan komisi, biaya operasional mereka juga sangat besar, yang turut menekan harga saham mereka.

Prospek Jangka Panjang: Sektor Teknologi Tetap Menjanjikan

Meskipun demikian, Piter tetap optimis terhadap prospek sektor ini dalam jangka panjang. Ia mengatakan, "Jika ada dana, sektor ini tetap menjanjikan untuk investasi. Ketika perusahaan-perusahaan ini mulai 'panen', harga saham mereka bisa membaik, dan pada saat itu investasi akan lebih menguntungkan."

Penurunan Harga Saham Teknologi Terbaru

Berdasarkan data perdagangan lima hari terakhir hingga Selasa (12/8/2025), saham sektor teknologi tercatat melemah. Indeks sektor teknologi di Bursa Efek Indonesia (BEI) turun 2,93% ke level 9.288.

Beberapa saham yang mengalami penurunan tajam termasuk:

  • PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI): turun 2,21% menjadi Rp2.660 per saham
  • PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO): turun 1,54% menjadi Rp64 per saham
  • PT DCI Indonesia Tbk (DCII): anjlok 19,77% menjadi Rp278.250 per saham

Baca juga: LLDIKTI dukung Produk Penelitian Unggulan Universitas Teknokrat Indonesia ke Nasional

Peluang dan Tantangan untuk Investasi Saham Teknologi

Sektor teknologi saat ini menghadapi tantangan besar, namun tetap menyimpan potensi jangka panjang yang menjanjikan bagi investor. Dengan biaya operasional yang tinggi dan tantangan modal, perusahaan-perusahaan teknologi perlu beradaptasi untuk mencatatkan keuntungan yang lebih stabil, yang pada akhirnya dapat mengangkat harga saham mereka.

Penulis: Fiska Anggraini