Laba Bersih BBCA Tumbuh 8% YoY di 1H25
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp29,0 triliun pada semester pertama 2025, mencatatkan kenaikan 8% secara tahunan (YoY) dan 5% secara kuartalan (QoQ). Angka ini sejalan dengan estimasi kami dan konsensus pasar, masing-masing mencapai 51% dan 50% dari target laba tahun 2025 (FY25F).
Baca Juga : Aturan Baru Sri Mulyani: Beli Emas Bebas Pajak bagi Konsumen Akhir Mulai 1 Agustus 2025
Pertumbuhan PPOP yang Positif, Didukung oleh NII dan Non-II
Pertumbuhan PPOP BBCA tercatat 9% YoY (+4% QoQ), dengan kontribusi terbesar datang dari pertumbuhan pendapatan bunga bersih (NII) yang meningkat 7% YoY dan pendapatan non-bunga (non-II) yang tumbuh 11% YoY. Namun, pengeluaran operasional (Opex) naik 5% YoY dan turun 4% QoQ, sementara rasio biaya terhadap pendapatan (CIR) membaik menjadi 29% pada 2Q25 dibandingkan 31% pada 2Q24.
Peningkatan Provisi dan CoC: Strategi Kehati-hatian untuk Antisipasi
BBCA mencatatkan kenaikan 43% YoY pada pencadangan provisi, meskipun turun 5% QoQ. Hal ini mencerminkan strategi front-loading dan kehati-hatian manajemen terhadap kondisi makro yang lebih lemah, dengan CoC (Cost of Credit) tercatat 0,5% pada 2Q25 (+20bps YoY/flat QoQ). Sebagai langkah antisipatif, BBCA merevisi panduan FY25F untuk CoC menjadi 0,3-0,5%.
NIM Stabil: LDR Lebih Tinggi dan CASA Terjaga
NIM (Net Interest Margin) BBCA stabil di 5,8% (+10bps YoY/flat QoQ) didorong oleh kenaikan Loan-to-Deposit Ratio (LDR) yang mencapai 81% (berbanding 76% pada 2Q24). Imbal hasil aset juga meningkat menjadi 7,2% pada 2Q25 dari 6,9% pada periode yang sama tahun sebelumnya, meskipun ada sedikit kenaikan Cost of Funds (CoF) menjadi 1,2% dibandingkan 1,1% di 2Q24. Dana pihak ketiga tumbuh 6% YoY, didorong oleh CASA (+7% YoY), meskipun deposito berjangka turun 1% YoY. Rasio CASA tetap terjaga di 83%. BBCA mempertahankan panduan NIM FY25F di kisaran 5,7-5,8%.
Pertumbuhan Kredit: Semua Segmen Menunjukkan Kenaikan
Pertumbuhan kredit bruto BBCA tercatat 13% YoY (+2% QoQ), didorong oleh semua segmen, dengan segmen korporasi mencatatkan pertumbuhan tertinggi (+16% YoY/+2% QoQ), terutama dari sektor infrastruktur dan energi. Segmen komersial juga tumbuh 13% YoY (+5% QoQ), sedangkan segmen UMKM tumbuh 11% YoY (+2% QoQ). Segmen konsumer mencatatkan pertumbuhan paling lambat (+8% YoY/flat QoQ). Panduan pertumbuhan kredit FY25F tetap di kisaran 6-8%.
Perbaikan Kualitas Aset: LAR Terus Membaik
LAR (Loan-at-Risk) terus membaik menjadi 5,7% pada 2Q25, dibandingkan dengan 6,0% pada 1Q25 dan 6,4% pada 2Q24. Meskipun demikian, NPL bruto meningkat menjadi 2,2% (+20bps QoQ/flat YoY) akibat penurunan kualitas pinjaman di segmen UMKM dan komersial. Rasio cakupan LAR meningkat menjadi 69% pada 2Q25 dibandingkan 67% pada 1Q25 dan 71% pada 2Q24. Panduan LAR FY25F diperkirakan akan berada di kisaran 5,2-5,5%.
Baca Juga : Monitor Gaming Terbaik 2024: Visual Gila, Performa Juara!
Valuasi BBCA: Masih Menarik dengan Potensi Pertumbuhan yang Kuat
BBCA saat ini diperdagangkan dengan valuasi 3,8x P/B dan 18,0x P/E, sebanding dengan rata-rata 10 tahun yang masing-masing tercatat pada 3,8x dan 21,3x. Dengan pertumbuhan PPOP yang solid dan kualitas aset yang terbaik di sektor perbankan, kami tetap mempertahankan rekomendasi Buy untuk saham BBCA. Namun, kami mengingatkan bahwa risiko utama terhadap rekomendasi ini adalah tekanan pada NIM dan/atau penurunan kualitas aset.
Penulis : Tamtia Gusti Riana