Penyesuaian PBB-P2 Picu Polemik di Kabupaten Pati
Masyarakat Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dihebohkan oleh kebijakan baru dari Bupati Sudewo yang menetapkan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar ±250%. Kebijakan ini menjadi sorotan publik dan menuai gelombang penolakan.
Dalam keterangannya yang dikutip dari laman resmi Humas Kabupaten Pati, Bupati Sudewo menjelaskan bahwa penyesuaian ini disepakati setelah 14 tahun tarif PBB tidak mengalami kenaikan.
“Kami telah berkoordinasi dengan para camat dan PASOPATI untuk membahas penyesuaian tarif PBB. Disepakati bahwa kenaikannya sebesar sekitar 250% karena sudah 14 tahun tidak naik,” ujar Sudewo.
baca juga:Prasetyo Edi Resmi Jabat Ketua Dewan Pengawas PAM Jaya, Siap Kawal Akses Air Bersih Jakarta
Alasan Kenaikan: Untuk Percepatan Pembangunan Daerah
Bupati Sudewo menyatakan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah Pati. Ia juga membandingkan tarif PBB di Pati yang disebutnya lebih rendah dibandingkan daerah lain di Jawa Tengah.
Namun, banyak warga menilai bahwa lonjakan tarif pajak ini terlalu tinggi dan tidak mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat pasca pandemi.
Aksi Unjuk Rasa Tolak Kenaikan PBB 250 Persen
Aliansi Masyarakat Pati Bersatu Turun ke Jalan
Menanggapi kebijakan tersebut, ribuan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu menggelar aksi damai dan menolak kenaikan pajak. Mereka mendirikan posko penggalangan dana di sekitar Alun-alun Pati sejak 1 Agustus 2025 sebagai bentuk solidaritas menjelang aksi unjuk rasa besar-besaran pada 13 Agustus 2025.
Satpol PP Bubarkan Posko Donasi, Massa Ricuh
Namun, pada Selasa (5/8), Satpol PP Kabupaten Pati membubarkan posko penggalangan dana tersebut. Petugas sempat melakukan dialog dengan massa, namun tidak membuahkan kesepakatan. Akibatnya, terjadi ketegangan dan bentrok kecil antara aparat dan warga.
Petugas menyita logistik berupa air mineral dan barang donasi lainnya. Massa yang tidak terima, berupaya merebut kembali barang yang diangkut menggunakan truk oleh Satpol PP. Beberapa kardus bahkan dilempar ke jalan sebagai bentuk protes spontan.
Plt Sekda Pati Hampir Jadi Sasaran Kemarahan Massa
Situasi semakin memanas saat Plt Sekda Pati, Riyoso, terlihat di lokasi. Massa yang semakin emosi mendesak dan memaki Riyoso hingga akhirnya petugas menariknya mundur ke Kantor Bupati untuk menghindari kericuhan lebih lanjut.
Koordinator Aksi Kritik Pemerintah Kabupaten
Donasi Sudah Dilaporkan ke Polisi dan Bupati
Koordinator aksi, Supriyono, menyatakan kekecewaannya terhadap tindakan represif Pemkab Pati. Ia menegaskan bahwa kegiatan penggalangan dana telah sesuai prosedur dan disertai surat pemberitahuan resmi kepada Kapolresta dan Bupati Pati.
“Air mineral itu murni hasil donasi warga. Kami sudah mengirim surat pemberitahuan aksi donasi untuk tanggal 13 Agustus ke Pak Kapolresta dan ke Bupati,” jelas Supriyono saat diwawancara wartawan di lokasi kejadian.
penulis:Anis puspita sari