Ketua Fraksi Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), memberikan respons tegas terkait tudingan yang menyebut partainya—yang sering disebut “partai biru”—terlibat dalam polemik ijazah palsu Presiden Joko Widodo. Ibas menyebut tuduhan tersebut sebagai fitnah yang keji, zalim, dan menyesatkan.
Baca juga : Ramai di Media Sosial, Pengakuan Hamil di Luar Nikah oleh Lina Mukherjee Tuai Kecaman
Ibas: Partai Demokrat Tidak Terlibat, Tuduhan Sangat Tidak Berdasar
Dalam pernyataannya, Ibas menegaskan bahwa Partai Demokrat tidak memiliki keterkaitan apa pun dengan isu ijazah palsu Presiden Jokowi. Ia menganggap tuduhan itu hanya upaya provokatif untuk menciptakan kegaduhan politik tanpa bukti yang valid.
Tuduhan Tanpa Dasar Dinilai Merusak Demokrasi
Menurut Ibas, menyebarkan tuduhan tanpa dasar adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab dan berpotensi merusak iklim demokrasi yang sehat. Ia juga mengajak masyarakat agar lebih bijak dalam menyaring informasi yang berkembang, terutama di media sosial.
Ajakan Ibas untuk Menjaga Etika dan Kesejukan Politik
Ibas mengimbau semua pihak agar menjaga etika berpolitik dan tidak menyebarkan kebencian dengan narasi menyesatkan. Ia juga meminta masyarakat untuk tetap fokus pada isu-isu penting yang menyangkut kesejahteraan rakyat, bukan pada spekulasi yang tidak berdasar.
Demokrat Fokus pada Kepentingan Rakyat
Lebih lanjut, Ibas menyatakan bahwa Partai Demokrat tetap konsisten menjalankan peran politiknya untuk memperjuangkan aspirasi rakyat. Partainya tidak ingin terlibat dalam polemik yang hanya memecah belah masyarakat dan merusak kepercayaan publik terhadap institusi politik.
Baca juga : Mahathir Muhammad Sandang Sabuk Hitam Dan 2 Internasional, Unjuk Kebolehan Kata
Kesimpulan
Ibas dengan tegas membantah tuduhan yang mengaitkan Partai Demokrat dengan isu ijazah palsu Presiden Jokowi. Ia menyebut tuduhan itu sebagai fitnah zalim dan sesat, serta mengajak semua pihak untuk menjaga integritas, logika sehat, dan kesejukan dalam berpolitik.
Penulis : helen putri marsela