Proyeksi IHSG Mengarah ke Tren Bullish
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penguatan 0,71% pada 1 Agustus 2025, menembus level 7.538 meskipun investor asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp 74 miliar. Berdasarkan analisis teknikal dari Ciptadana Sekuritas Asia, IHSG bergerak dalam rentang antara level 7.580 dan 7.524. Meskipun pasar mengalami fase koreksi jangka pendek, pola harga yang terbentuk mengindikasikan potensi tren bullish jangka menengah.
Baca Juga : GoPay Gagal Top Up? Ini Penjelasan Resmi dari GoTo
Fase Koreksi Jangka Pendek: Analisis IHSG
IHSG baru-baru ini mengalami reli signifikan dari level terendah tahun ini, 5.883, hingga mencapai titik tertinggi di 7.680. Namun, saat ini harga sedang menghadapi resistensi di level 7.680 dan mengalami tekanan jual ringan. Indikator stochastic yang menurun dari area overbought menunjukkan potensi koreksi jangka pendek. Harga IHSG masih bertahan di atas MA 55, yang mendukung prospek bullish untuk jangka menengah hingga panjang.
Prediksi IHSG di Kisaran 7.455–7.580
Indeks diperkirakan akan menguji level support di kisaran 7.240 dalam waktu dekat. Ciptadana Sekuritas merekomendasikan untuk menghindari posisi beli baru sampai sinyal bullish terkonfirmasi, dengan kesempatan buy on dip di kisaran 7.240 hingga 6.812.
Saham Pilihan Hari Ini: ADMR, BBCA, PGEO, dan SMRA
Ciptadana Sekuritas juga memberikan rekomendasi saham yang dapat dipertimbangkan untuk perdagangan hari ini. Berikut adalah saham pilihan yang berpotensi memberikan keuntungan bagi investor:
1. ADMR: Menguji Level Support
Saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) ditutup stagnan di level Rp 1.110 pada 1 Agustus 2025. ADMR sebelumnya mengalami breakout kuat dari zona support di kisaran Rp 920–1.090 dan sempat melonjak hingga Rp 1.270. Saat ini, saham ini sedang menguji level support di Rp 1.095–1.110. Harga yang masih berada di atas MA 55 menunjukkan tren bullish jangka menengah.
Rekomendasi:
- Buy on weakness di harga Rp 1.090
- Stop loss di Rp 1.080
- Target profit di Rp 1.160
2. BBCA: Menguji Level Support Kuat
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan kenaikan tipis 0,3% pada 1 Agustus 2025 dan ditutup di level Rp 8.300. Setelah sempat mencapai puncak di Rp 9.800 pada Juni 2025, BBCA mengalami tren turun yang ditandai dengan pola lower highs dan lower lows. Saham ini kini sedang menguji support horizontal kuat di Rp 8.300.
Rekomendasi:
- Perhatikan perkembangan harga di bawah Rp 8.300 untuk potensi penurunan lebih lanjut menuju Rp 7.950.
3. PGEO: Berpotensi Rebound
Saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mengalami kenaikan 1,81% pada 1 Agustus 2025, ditutup di Rp 1.685. Setelah berhasil breakout dari level Rp 1.650, PGEO melanjutkan tren bullish hingga mencapai Rp 1.800. Namun, saat ini PGEO mengalami koreksi teknikal dan diperkirakan akan menguji area support MA.
Rekomendasi:
- Perhatikan potensi rebound jika harga kembali stabil setelah koreksi.
Baca Juga : Perpustakaan Modern: Teknologi yang Mempermudah Pengguna dan Pustakawan
4. SMRA: Berpeluang Rebound
Saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) menguat 1,46% pada 1 Agustus 2025, ditutup di Rp 418. Meskipun berada dalam tren turun jangka panjang, saham ini mulai menunjukkan tanda-tanda pembentukan dasar (bottoming) dan berpotensi membalikkan arah tren. SMRA kini menguji area resistance di kisaran Rp 418–440.
Penulis : Tamtia Gusti Riana