Logo Universitas Teknokrat Indonesia

IHSG Diprediksi Melemah di Tengah Fokus Pasar pada FOMC The Fed

Kategori: saham
Gambar untuk IHSG Diprediksi Melemah di Tengah Fokus Pasar pada FOMC The Fed

Proyeksi IHSG: Potensi Koreksi Menjelang FOMC The Fed

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan bergerak melemah pada perdagangan Selasa (30/7/2025), di tengah sikap "wait and see" yang diambil oleh para pelaku pasar menanti hasil pertemuan The Federal Open Market Committee (FOMC) dari The Fed.

Baca Juga :20 Negara Paling Work-Life Balance: Menciptakan Kehidupan yang Bahagia Lahir Batin

IHSG Dibuka Menguat, Namun Tren Koreksi Bisa Terjadi

Pada pembukaan perdagangan, IHSG tercatat menguat 11,02 poin atau 0,14% ke level 7.625,79. Begitu juga dengan Indeks LQ45 yang naik 0,54 poin atau 0,07% ke posisi 803,76. Meskipun ada penguatan, Analis Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, mengungkapkan bahwa IHSG berpotensi membentuk pola shooting star dan rentan mengalami koreksi jangka pendek. Hal ini didorong oleh meningkatnya volume penjualan di area overbought, sehingga IHSG dapat bergerak dalam kisaran level 7.550 hingga 7.600.

Fokus Pasar Terhadap FOMC The Fed dan Perkembangan Ekonomi Global

Pasar saat ini lebih fokus pada pertemuan FOMC yang diadakan pada 29 dan 30 Juli 2025. Meskipun mayoritas pasar sudah mengantisipasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga, pelaku pasar berharap adanya indikasi mengenai kemungkinan penurunan suku bunga pada pertemuan berikutnya pada September 2025.

Selain itu, pasar juga mencermati laporan pasar tenaga kerja AS untuk bulan Juli 2025 yang akan dirilis pada Jumat (01/08), yang diperkirakan menunjukkan penurunan dalam penyerapan tenaga kerja. Di sisi lain, keputusan tarif yang akan diterapkan Presiden AS, Donald Trump, pada mitra dagang AS juga menjadi perhatian pasar, dengan tarif yang diperkirakan berkisar antara 15% hingga 20% pada impor dari negara-negara yang belum menyelesaikan perjanjian perdagangan terpisah.

Data Ekonomi AS yang Menjadi Sorotan Pasar

Beberapa data penting dari AS yang akan menjadi fokus pasar antara lain, data harga rumah S&P/Case-Shiller bulan Mei 2025 yang diperkirakan mengalami penurunan menjadi 2,9% YoY, serta laporan JOLTs Openings bulan Juni 2025 yang diprediksi turun menjadi 7,35 juta dibandingkan 7,76 juta di Mei 2025.

Pergerakan Bursa Saham Global: Sentimen Negatif dari Eropa dan Asia

Pada perdagangan Senin (28/7), bursa saham Eropa ditutup dengan pelemahan, di antaranya Euro Stoxx 50 turun 0,28%, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,43%, dan indeks DAX Jerman turun 1,02%. Namun, indeks CAC Prancis sedikit menguat 0,43%.

Di bursa saham AS, pergerakan Wall Street cenderung variatif. Indeks S&P 500 naik 0,02% menjadi 6.389,77, sedangkan Dow Jones Industrial Average turun 0,14% ke 44.837,56, dan Nasdaq Composite menguat 0,33% ke 21.178,58.

Baca Juga : Pahami Instalasi Debian: Panduan Lengkap untuk Semua Pengguna

Bursa Asia Mengalami Tekanan

Bursa saham regional Asia juga mengalami tekanan pada pagi ini. Indeks Nikkei Jepang melemah 0,63%, indeks Shanghai turun 0,21%, dan indeks Hang Seng Hong Kong tergerus 1,17%. Sementara itu, indeks Strait Times Singapura juga melemah 0,18%.

Penulis : Tamtia Gusti Riana