Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Turun di Tengah Sentimen Pasar yang Cenderung Hati-hati
Pada penutupan perdagangan hari Rabu (30/07/2025), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 68,02 poin atau 0,89 persen di posisi 7.549,89. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 turun 6,91 poin atau 0,86 persen ke level 798,15.
Baca Juga : Nino Fernandez & Steffi Zamora Pamer Foto Bak Pengantin, Netizen Ramai Ucapkan Selamat
Sentimen Pasar Global Menyebabkan Investor Bersikap Hati-Hati
Pasar saham Indonesia tampak terpengaruh oleh sentimen pasar global yang cenderung hati-hati menjelang pengumuman kebijakan Federal Reserve (The Fed). Meskipun secara luas diperkirakan bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada Rabu malam ini, pasar fokus pada konferensi pers The Fed untuk mendalami sinyal terkait kemungkinan penurunan suku bunga pada September 2025.
Ketidakpastian Perdagangan AS-China Meningkatkan Kekhawatiran
Selain itu, ketidakpastian dalam hubungan perdagangan antara Amerika Serikat dan China juga semakin mempengaruhi sentimen pasar. Perundingan yang berlangsung di Stockholm, Swedia berakhir tanpa kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata perdagangan yang sudah ada, yang semakin menambah ketidakpastian global.
Proyeksi Ekonomi Indonesia: IMF Revisi Pertumbuhan Ekonomi
Dari dalam negeri, laporan terbaru dari International Monetary Fund (IMF) merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2025, dari sebelumnya 4,7 persen menjadi 4,8 persen. Namun, angka ini lebih rendah dibandingkan dengan target pemerintah Indonesia yang sebelumnya ditetapkan pada 5,2 persen, akibat dari dampak perlambatan ekonomi global dan tekanan eksternal.
Pergerakan IHSG di Sesi Pertama dan Kedua
Pada sesi pertama perdagangan, IHSG sempat dibuka menguat, namun kemudian bergerak ke teritori negatif. Pada sesi kedua, IHSG tetap berada di zona merah hingga penutupan perdagangan.
Kinerja Sektoral: Sektor Teknologi Menguat
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor tercatat menguat, dengan sektor teknologi memimpin kenaikan sebesar 2,24 persen. Sektor industri dan barang konsumen non primer masing-masing mencatatkan kenaikan sebesar 1,00 persen dan 0,86 persen.
Sektor yang Terkoreksi: Infrastruktur dan Keuangan
Sebaliknya, tujuh sektor mengalami koreksi, dengan sektor infrastruktur mencatatkan penurunan terbesar sebesar 3,01 persen. Sektor keuangan dan barang baku juga tercatat turun masing-masing sebesar 2,19 persen dan 1,07 persen.
Pergerakan Saham yang Menonjol
Saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar antara lain SSTM, IKAN, ISEA, SWID, dan JAST. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar adalah VAST, SMMA, SUNI, BBLD, dan APEX.
Data Perdagangan Saham
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.847.809 transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 30,64 miliar lembar senilai Rp15,15 triliun. Sebanyak 283 saham naik, 321 saham turun, dan 200 saham stagnan.
Pergerakan Bursa Asia: Sentimen Regional Campur Aduk
Bursa saham regional Asia sore ini menunjukkan pergerakan yang variatif:
- Indeks Nikkei melemah 27,05 poin atau 0,07 persen ke 40.647,50.
- Indeks Shanghai menguat 6,01 poin atau 0,17 persen ke 3.615,72.
- Indeks Hang Seng turun 347,52 poin atau 1,36 persen ke 25.176,22.
- Indeks Strait Times juga melemah 12,33 poin atau 0,30 persen ke 4.216,42.
Baca Juga : Rahasia Software Produktif: Tingkatkan Kinerja Tim Anda 10x Lipat!
Dengan ketidakpastian global dan pengumuman kebijakan The Fed yang dinanti-nanti, pelaku pasar akan terus memantau perkembangan yang dapat mempengaruhi pergerakan pasar saham dalam beberapa hari ke depan.
Penulis : Tamtia Gusti Riana