IHSG Turun 0,87 Persen di Tengah Sentimen Global
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakhiri perdagangan Kamis (31/7/2025) dengan pelemahan signifikan. IHSG ditutup melemah 65,55 poin atau 0,87% ke level 7.484,34. Sementara itu, indeks LQ45 turun 0,96% ke posisi 790,47.
Baca Juga : Perth Glory vs AC Milan: Kemenangan Telak Rossoneri 9-0 dalam Laga Uji Coba
Sentimen The Fed dan Data Ekonomi AS Tekan Pasar
Pasar Asia turut melemah karena investor menanggapi keputusan Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat yang mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 4,25%–4,5%. Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan bahwa level tersebut masih sesuai untuk mengelola ketidakpastian inflasi dan suku bunga.
Di sisi lain, data ekonomi AS yang dirilis lebih kuat dari perkiraan turut memengaruhi sentimen. Produk Domestik Bruto (PDB) dan data ketenagakerjaan swasta menunjukkan pertumbuhan yang melebihi ekspektasi pasar.
Fokus Investor Bergeser ke Inflasi dan Pengangguran AS
Perhatian pelaku pasar kini tertuju pada rilis data inflasi Price Consumer Index (PCI) dan klaim pengangguran yang dijadwalkan keluar Kamis (31/7), serta laporan ketenagakerjaan bulanan AS pada Jumat (1/8).
Data Ekonomi Asia: Jepang Tahan Bunga, China Hadapi Perlambatan
Bank of Japan (BoJ) memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga jangka pendek di 0,5% guna mendukung normalisasi kebijakan moneter secara bertahap.
Sementara itu, dari China, data ekonomi menunjukkan perlambatan. Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur turun ke 49,3 pada Juli 2025 dari 49,7 bulan sebelumnya, menunjukkan kontraksi selama empat bulan berturut-turut. PMI Non-Manufaktur juga turun menjadi 50,1, menandai level terendah sejak November 2024.
IHSG Tertekan Sepanjang Hari
IHSG dibuka melemah dan terus berada di zona merah hingga penutupan perdagangan. Tekanan berasal dari kekhawatiran global dan rebalancing indeks LQ45 yang efektif mulai awal Agustus 2025, yang memicu rotasi saham oleh investor.
Sektor Konsumer dan Kesehatan Jadi Penopang
Dari 11 sektor dalam indeks sektoral IDX-IC, hanya tiga sektor yang mencatatkan penguatan, yaitu:
- Barang Konsumen Primer: +0,72%
- Barang Konsumen Non Primer: +0,53%
- Kesehatan: +0,13%
Sektor-sektor lainnya mengalami pelemahan, dengan penurunan terdalam di:
- Infrastruktur: -2,41%
- Transportasi & Logistik: -2,36%
- Barang Baku: -2,33%
Saham Top Gainers dan Losers
Saham-saham dengan kenaikan tertinggi antara lain:
- BBRC
- BUVA
- CGAS
- KUAS
- COCO
Sedangkan yang melemah paling dalam adalah:
- OASA
- OKAS
- KBLM
- VAST
- PNGO
Baca Juga : Bagaimana Teknologi Modern Mengoptimalkan Pengelolaan Perpustakaan?
Aktivitas Perdagangan: Rp18,27 Triliun dalam Sehari
Sepanjang perdagangan, terjadi 2.004.162 kali transaksi dengan volume 41,63 miliar lembar saham dan nilai transaksi mencapai Rp18,27 triliun. Tercatat:
- 228 saham menguat
- 412 saham melemah
- 164 saham stagnan
Penulis : Tamtia Gusti Riana