Aksi Profit Taking dan Ketidakpastian Global Menekan IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Senin (4/8/2025) ditutup melemah cukup dalam akibat tekanan jual dari investor yang melakukan profit taking. IHSG terkoreksi sebesar 73,12 poin atau setara dengan 0,97%, dan berakhir di level 7.464,65.
Sementara itu, indeks LQ45, yang berisi 45 saham unggulan di Bursa Efek Indonesia, juga ikut turun sebesar 1,14% atau 9,07 poin, ke posisi 787,75.
Menurut analisis dari Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas, koreksi IHSG ini disebabkan oleh aksi ambil untung setelah penguatan yang terjadi pada sesi perdagangan sebelumnya, ditambah tekanan dari ketidakpastian global yang masih tinggi, khususnya terkait data ketenagakerjaan Amerika Serikat dan kebijakan tarif terbaru dari Presiden AS Donald Trump.
baca juga : Tunggal Putra Pelatnas PBSI Ditinggal Asisten Pelatih Marleve Mainaky
Apa Faktor Domestik yang Memengaruhi Pasar?
Dari sisi dalam negeri, investor tengah menantikan rilis data ekonomi penting yang diperkirakan berdampak pada arah pasar dalam beberapa hari ke depan. Beberapa indikator yang dinantikan antara lain:
- Data pertumbuhan PDB Indonesia kuartal II 2025
- Cadangan devisa Juli 2025, yang dijadwalkan rilis Kamis
- Indeks keyakinan konsumen, serta data penjualan ritel, mobil, dan sepeda motor pada Jumat mendatang
Di sisi lain, sejumlah laporan keuangan dari emiten domestik yang menunjukkan penurunan kinerja juga turut membebani sentimen investor.
IHSG Betah di Zona Merah Sepanjang Sesi
Sejak pembukaan, IHSG sudah berada di zona merah dan tidak mampu bangkit hingga akhir sesi kedua. Tekanan jual terus mendominasi, membuat indeks bertahan di teritori negatif sepanjang hari perdagangan.
Sektor Kesehatan dan Teknologi Menguat, Energi Tertekan
Berdasarkan klasifikasi Indeks Sektoral IDX-IC, terdapat 7 sektor yang berhasil menguat, sementara 4 sektor lainnya terkoreksi. Berikut sektor-sektor dengan performa terbaik dan terburuk:
Sektor yang Menguat:
- Kesehatan: naik 1,87%
- Teknologi: naik 1,46%
- Barang Konsumen Non Primer: naik 0,84%
Sektor yang Melemah:
- Energi: turun paling dalam, sebesar 1,41%
- Barang Baku: turun 1,35%
- Konsumen Primer: turun 0,54%
Saham Paling Aktif: Siapa Naik dan Siapa Tumbang?
Sejumlah saham mencatatkan penguatan dan penurunan harga paling signifikan pada perdagangan hari ini:
Top Gainers:
- PPRI
- DKHH
- OASA
- AGAR
- COIN
Top Losers:
- AMMN
- CBUT
- INRU
- LIFE
- AMMS
Sementara itu, aktivitas perdagangan tercatat sangat aktif dengan:
- 2.038.590 kali transaksi
- Volume perdagangan mencapai 29,69 miliar lembar saham
- Total nilai transaksi sebesar Rp15,91 triliun
Secara keseluruhan, 325 saham menguat, 317 saham melemah, dan 162 saham stagnan.
Pasar Asia Campuran, Nikkei Melemah
Di pasar regional Asia, pergerakan bursa terpantau beragam. Berikut performa sejumlah indeks utama Asia pada penutupan perdagangan:
- Nikkei: turun 499,10 poin (-1,22%) ke 40.300,00
- Shanghai Composite: naik 23,36 poin (+0,66%) ke 3.583,31
- Hang Seng: naik 225,64 poin (+0,92%) ke 24.733,22
- Straits Times: naik 43,40 poin (+1,04%) ke 4.197,23
Kesimpulan:
Koreksi IHSG pada awal pekan ini mencerminkan kombinasi antara aksi ambil untung, sentimen global yang penuh ketidakpastian, dan data ekonomi yang dinanti. Meskipun sektor energi dan beberapa emiten tertekan, sektor kesehatan dan teknologi memberikan sedikit bantalan bagi indeks. Investor disarankan mencermati momentum pasar dan bersikap selektif dalam memilih saham selama pekan ini.
penulis : Ginasti kurniasih trifosa