Indeks Bisnis-27 Tunjukkan Penguatan di Tengah Penurunan IHSG
Indeks Bisnis-27 ditutup menguat pada perdagangan hari Senin, 4 Agustus 2025, meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan. Indeks yang merupakan hasil kerja sama antara Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Harian Bisnis Indonesia ini mencatatkan kenaikan 0,14% dan berada pada posisi 509,74 di penutupan perdagangan.
Baca Juga : Penjagaan Rumah Jampidsus oleh TNI Sesuai Kesepakatan Resmi
Saham yang Menguat: SCMA, HEAL, dan INKP Menjadi Pendorong Utama
Saham-saham yang tercatat di Indeks Bisnis-27 menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Sebanyak 12 saham tercatat menguat, sementara 13 saham mengalami penurunan dan 2 saham stagnan. Saham PT Surya Citra Media Tbk. (SCMA) memimpin penguatan dengan lonjakan harga 5,66%, mencapai Rp 224. Diikuti oleh saham PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL), yang naik 5,54% menjadi Rp 1.620 per saham, serta saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) yang mencatatkan kenaikan 5,58%, menuju Rp 7.700.
Penurunan Saham: BRPT dan ICBP Alami Koreksi Mendalam
Di sisi lain, beberapa saham mengalami penurunan signifikan. Saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) mencatatkan koreksi sebesar 4,46%, turun menjadi Rp 2.570, sementara saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) turun 3,54% ke level Rp 9.550. Penurunan ini turut memberi dampak pada pergerakan indeks secara keseluruhan.
IHSG Mengalami Pelemahan, Berada di Level 7.464,65
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,97% atau 73,12 poin pada posisi 7.464,65. Sepanjang hari, IHSG sempat membuka perdagangan di level 7.552,50 dan mencapai level tertingginya di 7.560,06. Meskipun ada penguatan pada Indeks Bisnis-27, IHSG mengalami pelemahan yang dipengaruhi oleh sejumlah faktor teknikal.
Baca Juga : Perpustakaan Canggih: Teknologi Modern yang Mengubah Dunia Literatur
Analisis Teknikal IHSG: Potensi Pelemahan Lanjut
Menurut Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, IHSG sempat mengalami pelemahan 0,33% ke level 7.512,9 pada sesi pertama perdagangan. Secara teknikal, ia mencatatkan adanya pelebaran negative slope pada indikator MACD, sementara indikator Stochastic RSI menunjukkan tanda-tanda oversold yang mengindikasikan adanya potensi penurunan lebih lanjut. "Kami memperkirakan IHSG akan melanjutkan pelemahannya menuju level 7.500 hingga 7.450 pada sesi kedua," tambah Valdy.
Penulis : Tamtia Gusti Riana