Kesepakatan Ekonomi Komprehensif Terwujud Setelah 14 Bulan Perundingan
Pada 11 Agustus 2025, Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Peru Dina Boluarte resmi menandatangani Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) antara kedua negara, yang disepakati hanya dalam tempo 14 bulan—suatu capaian cepat jika dibandingkan perjanjian sejenis yang biasanya butuh bertahun-tahun.
Dorongan Perdagangan: Produk Indonesia Siap Bersaing di Pasar Peru
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebutkan bahwa CEPA akan memperluas akses ekspor Indonesia untuk produk seperti tekstil, kendaraan, alas kaki, dan mesin pendingin.ANTARA NewsReuters Ia juga menjelaskan bahwa perjanjian ini membuka potensi peningkatan perdagangan sebesar 30% pasca-ratifikasi selama 12 bulan ke depan.IDN Times
Dampak Signifikan: Akses Pasar dan Perluasan Kerja Sama Strategis
Perjanjian ini tidak hanya memperluas akses pasar, tapi juga mencakup sektor lainnya seperti pangan, pertambangan, energi, serta transisi energi, perikanan, dan pertahanan.ANTARA NewsReuters Selain itu, produk unggulan Peru seperti blueberry juga akan mendapat akses pasar Indonesia.ANTARA NewsReuters
Momentum Emas Hubungan Bilateral yang Kini Ditingkatkan
Penandatanganan CEPA sekaligus menandai peringatan 50 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Peru. Selain itu, kedua negara sepakat memperkuat kerja sama dalam pemberantasan narkoba dan perdagangan ilegal, serta memperluas kolaborasi di berbagai sektor strategis.
Ringkasan Manfaat CEPA Indonesia–Peru
| Manfaat | Rincian |
|---|---|
| Akses Pasar Luas | Thailand pasar baru untuk ekspor tekstil, kendaraan, alas kaki, dll. |
| Peningkatan Nilai Ekspor | Target perdagangan naik hingga 30% setelah ratifikasi. |
| Diversifikasi Kerja Sama | Liputan sektor pangan, energi, pertahanan, perikanan, hingga blueberry. |
| Penguatan Hubungan Diplomatik | Diperingati 50 tahun hubungan bilateral dengan kolaborasi strategis. |
penulis : Dylan Fernanda