Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Inflasi Kembali Meningkat pada Juni, Naik 2,7% Secara Tahunan

Kategori: saham coin
Gambar untuk Inflasi Kembali Meningkat pada Juni, Naik 2,7% Secara Tahunan

Harga konsumen mengalami kenaikan pada bulan Juni, seiring dengan dampak dari tarif yang diterapkan oleh Presiden Donald Trump, yang perlahan mulai mempengaruhi perekonomian AS. Laporan dari Bureau of Labor Statistics (BLS) mengungkapkan bahwa indeks harga konsumen (CPI) meningkat 0,3% pada bulan Juni, menjadikan tingkat inflasi tahunan mencapai 2,7%. Angka ini sesuai dengan konsensus dari Dow Jones, meskipun tetap lebih tinggi dari target 2% yang ditetapkan oleh Federal Reserve.

Baca Juga : ‘Buah Upacara’ Teka-teki Makanan MPLS, Cek Jawabannya

1. Inflasi Pokok dan Pengaruh Tarif Terhadap Harga

Inflasi pokok, yang mengecualikan harga pangan dan energi yang bergejolak, meningkat 0,2% pada bulan Juni. Tingkat tahunan inflasi pokok kini berada di 2,9%, sejalan dengan perkiraan. Kenaikan bulanan sedikit lebih rendah dari proyeksi yang mengharapkan kenaikan 0,3%. Sebelum Juni, inflasi cenderung menurun sepanjang tahun, dengan CPI utama pada tingkat tahunan 3% pada Januari, dan menunjukkan pelambatan bertahap pada bulan-bulan berikutnya meskipun ada kekhawatiran bahwa perang dagang Trump akan mendorong harga lebih tinggi.

2. Dampak Tarif terhadap Harga Konsumen

Meskipun bukti terkait pengaruh tarif terhadap harga masih bercampur, ada indikasi bahwa tarif mulai memberikan dampak. Harga kendaraan mengalami penurunan, dengan harga kendaraan baru turun 0,3% dan harga mobil bekas serta truk turun 0,7%. Namun, harga pakaian yang sensitif terhadap tarif naik 0,4%, begitu juga dengan perabot rumah tangga yang naik 1% pada bulan tersebut.

Harga tempat tinggal hanya meningkat 0,2% dalam sebulan, meskipun kategori ini masih menjadi kontributor terbesar terhadap kenaikan CPI secara keseluruhan, dengan indeks naik 3,8% dibandingkan tahun lalu. Di dalam kategori ini, ukuran tentang apa yang dapat diterima pemilik rumah jika mereka menyewakan properti mereka, naik 0,3%. Namun, harga penginapan luar rumah turun 2,9%.

3. Presiden Trump Menuntut Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Presiden Trump menggunakan laporan inflasi untuk kembali mendesak Federal Reserve agar segera menurunkan suku bunga. Melalui akun Truth Social, Trump menulis: “Harga Konsumen Rendah. Turunkan Suku Bunga The Fed, SEKARANG!!!” Ia bahkan menambahkan, “Fed seharusnya menurunkan suku bunga sebanyak 3 poin. Inflasi sangat rendah. Negara bisa menghemat satu triliun dolar per tahun!!!”

4. Indikator Inflasi Beragam

Tekanan harga datang dari berbagai sumber, sementara beberapa sektor lainnya mengalami pelonggaran. Harga pangan naik 0,3% pada bulan Juni, dengan kenaikan tahunan mencapai 3%, sementara harga energi yang sempat turun pada Mei, kini naik 0,9%, meskipun masih sedikit lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Layanan kesehatan naik 0,6%, sementara layanan transportasi sedikit lebih tinggi 0,2%.

Dengan kenaikan harga-harga ini, pendapatan riil per jam yang disesuaikan dengan inflasi turun 0,1% pada bulan Juni, meskipun pendapatan riil meningkat 1% secara tahunan.

5. Pasar Merespons Laporan Inflasi dengan Tenang

Pasar saham secara umum merespons laporan inflasi ini dengan tenang. Futures pasar saham bergerak bervariasi sementara yields obligasi Treasury mayoritas bergerak negatif.

Di tengah angka inflasi yang sebelumnya relatif terkendali, Trump terus mendesak Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga, yang terakhir kali dilakukan pada bulan Desember. Trump berpendapat bahwa tarif yang diterapkan tidak memperburuk inflasi dan bahwa penolakan The Fed untuk meredakan kebijakan moneter justru meningkatkan biaya utang AS yang terus membengkak.

Bankir sentral, yang dipimpin oleh Ketua Jerome Powell, tetap bersikukuh untuk tidak mengubah kebijakan. Mereka berpendapat bahwa perekonomian AS cukup kuat sehingga Fed bisa menunggu untuk melihat dampak tarif terhadap inflasi. Trump kemudian menyerukan agar Powell mengundurkan diri, dan dia yakin akan menunjuk penggantinya ketika masa jabatan Powell berakhir pada Mei 2026.

Baca Juga : Bagaimana Routing Membantu Meningkatkan Koneksi Internet Anda

6. Proyeksi The Fed dan Suku Bunga ke Depan

Pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan akhir Juli ini dan kemudian memangkasnya sebesar seperempat poin persentase pada bulan September.

Penulis : Tamtia Gusti Riana