Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Infosecurity Eropa 2025: Membangun Dunia Siber yang Lebih Aman

Kategori: Teknologi
Gambar untuk Infosecurity Eropa 2025: Membangun Dunia Siber yang Lebih Aman

Perayaan Ulang Tahun ke-30 Infosecurity Europe: Inovasi, Kolaborasi, dan Tantangan Keamanan Siber Masa Depan

Infosecurity Europe merayakan ulang tahunnya yang ke-30 pada tahun 2025, kembali ke ExCeL London pada tanggal 3 hingga 5 Juni. Acara ini mempertemukan lebih dari 13.000 profesional keamanan siber dari berbagai sektor untuk mengeksplorasi perkembangan terbaru dalam teknologi keamanan, kecerdasan buatan (AI), dan keamanan cloud.

Tema acara tahun ini, “Membangun Dunia Dunia Maya yang Lebih Aman”, menekankan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi ancaman dunia maya yang terus berkembang. Dengan lebih dari 200 jam konten dan 250 pembicara, acara ini dirancang untuk memberikan wawasan mendalam, inovasi, dan solusi untuk tantangan jangka panjang yang dihadapi industri.

Baca juga: Kepercayaan dan Keamanan Dalam Ruang Siber Nasional


Agenda Utama: Keamanan AI & Cloud

Ancaman Masa Depan yang Didorong AI dan Kerentanan Cloud
Pada tahun 2025, Panggung Keamanan AI & Cloud menjadi fokus utama Infosecurity Europe. Di sini, para ahli akan membahas ancaman keamanan yang didorong oleh kecerdasan buatan, seperti deepfake dan phishing otomatis, serta tantangan yang timbul dari kerentanan cloud dan kesalahan konfigurasi. Diskusi ini juga akan membahas pentingnya Identity and Access Management (IAM) dalam meningkatkan pertahanan siber.

Para peserta akan diperkenalkan pada “AI yang bermata dua”, di mana AI berfungsi sebagai alat bagi pihak bertahan serta senjata bagi penyerang. Di samping itu, sebuah tantangan menarik diadakan untuk menguji keterampilan peserta dalam menembus server yang diklaim “tidak dapat dipecahkan”. Hadiah sebesar £25.000 akan diberikan bagi yang berhasil.


Pembicara Utama: Sains, Kepercayaan, dan Kepemimpinan dalam Keamanan Siber

Professor Brian Cox Membuka Panggung Utama
Infosecurity Europe 2025 akan dibuka oleh fisikawan dan penyiar terkenal, Professor Brian Cox. Dalam sesi pembukaan pada 3 Juni, Cox akan membahas peran sains dalam membangun kepercayaan publik di dunia yang semakin kompleks, yang dipenuhi dengan teknologi dan ketidakpastian.

Selain itu, acara ini akan menampilkan lebih dari 250 pembicara yang berbagi pengetahuan dan wawasan seputar kepemimpinan dalam iklim geopolitik yang berubah dengan cepat.


Merayakan Sejarah dan Inovasi Keamanan Siber

30 Tahun Infosecurity Europe: Menetapkan Agenda Keamanan Siber Global
Infosecurity Europe telah menjadi acara utama bagi sektor keamanan informasi Eropa selama 30 tahun terakhir. Sejak diluncurkan pada tahun 1996, acara ini telah menjadi platform penting bagi para profesional untuk bertukar ide, mengevaluasi solusi, dan membina hubungan bisnis yang produktif.

Dalam dekade pertama, Infosecurity Europe membantu mengatasi tantangan dunia maya yang berkembang, seperti phishing dan kejahatan dunia maya terorganisasi. Kemudian, dengan kemunculan teknologi seperti komputasi awan dan perangkat seluler pada tahun 2010-an, acara ini menjadi pusat diskusi tentang pelanggaran data berskala besar dan ancaman baru.

Kemajuan Keamanan Siber di Era Zero-Trust dan Ransomware

Keamanan Siber dalam Dekade Teknologi Cepat dan Ransomware
Saat ini, dalam dekade yang ditandai oleh kecepatan teknologi dan ancaman dari ransomware, Infosecurity Europe fokus pada arsitektur zero-trust, strategi ketahanan, dan peralatan bertenaga AI. Para peserta dapat menggali berbagai inovasi yang memimpin industri, termasuk pertahanan terhadap serangan rantai pasokan dan penguatan sistem keamanan berbasis AI.

Baca juga: Wisuda Universitas Teknokrat 2025 Diwarnai Orasi Mahasiswa Bertema Perubahan Karakter Pemuda di Era Digital

Sebagai bagian dari perayaan ulang tahun, Infosecurity Europe juga mengumumkan pengenalan AI & Cloud Security Theatre dan kemitraan strategis dengan SANS Institute, yang semakin memperkuat peran acara ini dalam menetapkan agenda global keamanan siber.

Penulis: Indra Irawan