Momen lebaran memang selalu ditunggu-tunggu. Setelah sebulan penuh berpuasa, umat Muslim di Indonesia biasanya akan menggelar acara halal bihalal sebagai ajang silaturahmi, saling memaafkan, dan mempererat hubungan antar keluarga besar.
Tapi sering kali muncul pertanyaan: bagaimana susunan acara halal bihalal keluarga singkat dan ada Arabnya yang sederhana tapi tetap bermakna? Jawabannya: tidak perlu ribet! Asalkan niatnya tulus dan acaranya berjalan lancar, momen kebersamaan itu pasti terasa hangat.
Yuk, kita simak contoh susunan acara halal bihalal keluarga yang bisa kamu pakai!
baca juga Wakil Rektor UTI Presentasikan Penelitiannya di Parallel Session ICMEM 2025 di SBM ITB Bandung
Apa Itu Halal Bihalal dan Mengapa Penting?
Sebelum masuk ke susunan acaranya, kita pahami dulu makna halal bihalal. Secara bahasa, halal bihalal (حلال بحلال) berasal dari kata halal yang artinya saling menghalalkan atau memaafkan.
Istilah ini memang khas Indonesia, tapi semangatnya sejalan dengan nilai Islam: saling membersihkan hati dan menjaga ukhuwah (persaudaraan). Biasanya, halal bihalal dilakukan setelah Idulfitri dan menjadi ajang saling bersalaman, memaafkan, hingga makan bersama.
Acara ini tidak hanya diadakan di lingkungan kerja atau sekolah, tapi juga di lingkup keluarga besar, lho!
Bagaimana Susunan Acara Halal Bihalal Keluarga Singkat?
Kalau kamu ditunjuk sebagai panitia dadakan acara keluarga, tenang aja. Berikut ini contoh susunan acara halal bihalal keluarga yang singkat tapi tetap formal, cocok dipakai di rumah:
1. Pembukaan
- Salam dan ucapan selamat datang oleh pembawa acara (MC)
- Contoh ucapan:
“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah, hari ini kita semua bisa berkumpul dalam acara halal bihalal keluarga besar…”
2. Pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an
- Bisa dibacakan oleh anggota keluarga yang bisa membaca Al-Qur’an
- Disarankan ayat tentang ukhuwah dan saling memaafkan, misalnya:
“Faṣfaḥiṣ-ṣafḥal-jamīl” (فَاصْفَحِ ٱلصَّفْحَ ٱلْجَمِيلَ) – Maka maafkanlah dengan cara yang baik. (QS. Al-Hijr: 85)
3. Sambutan Tuan Rumah / Ketua Keluarga
- Ucapan selamat Idulfitri dan harapan ke depan
- Bisa ditutup dengan ucapan:
“Taqabbalallahu minna wa minkum, taqabbal yaa kariim”
(تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنكُمْ تَقَبَّلْ يَا كَرِيمُ)
Artinya: Semoga Allah menerima (amalan) dari kami dan dari kalian. Terimalah, wahai Tuhan Yang Maha Mulia.
4. Ceramah Singkat / Tausiyah
- Bisa dari anggota keluarga yang paham agama
- Tema bisa seputar pentingnya silaturahmi, menjaga hati, dan saling memaafkan
5. Doa Bersama
- Dipimpin oleh tokoh keluarga atau yang dituakan
- Contoh pembuka doa:
“Allahummaghfirlana, warhamna, wa’fu ‘anna…”
(اللّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا، وَارْحَمْنَا، وَاعْفُ عَنَّا...)
Artinya: Ya Allah, ampunilah kami, rahmatilah kami, dan maafkanlah kami...
6. Salam-Salaman dan Maaf-Maafan
- Inilah inti dari halal bihalal: saling bersalaman dan memaafkan
- Ucapan yang biasa digunakan:
“Minal ‘aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin”
7. Ramah Tamah dan Makan Bersama
- Sesi santai sambil menikmati hidangan khas lebaran
- Bisa juga sambil ngobrol, tukar cerita, atau main games keluarga
baca juga Perpustakaan Canggih: Teknologi Modern yang Mengubah Dunia Literatur
Apa Saja Ucapan Arab yang Bisa Digunakan Saat Halal Bihalal?
Menggunakan sedikit bahasa Arab dalam momen halal bihalal bisa membuat suasana lebih khidmat. Berikut beberapa ucapan yang sering digunakan:
- Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh – Salam pembuka yang penuh berkah.
- Taqabbalallahu minna wa minkum – Semoga Allah menerima amal kita.
- Kullu ‘aamin wa antum bikhair (كُلُّ عَامٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ) – Semoga setiap tahun kalian dalam kebaikan.
- Afwan, zahiran wa bathinan (عَفْوَاً، ظَاهِرًا وَبَاطِنًا) – Maafkan saya, lahir dan batin.
Penggunaan ucapan Arab ini bisa disisipkan di bagian sambutan, doa, maupun saat salam-salaman.
Perlukah Acaranya Formal atau Bisa Santai?
Ini pertanyaan yang sering muncul. Jawabannya: sesuaikan dengan kondisi keluarga. Kalau keluarga besar kamu cenderung santai dan akrab, cukup buat acaranya hangat, ringkas, dan fleksibel. Tapi jika keluarga lebih suka suasana formal dan religius, maka susunan acara seperti di atas sangat cocok.
Yang penting adalah esensi dari halal bihalal itu sendiri: memaafkan dan mempererat hubungan.
Tips Biar Halal Bihalal Keluarga Tetap Berkesan
Agar acara sederhana ini tetap meninggalkan kesan hangat dan tak terlupakan, coba lakukan hal berikut:
- Gunakan dekorasi sederhana seperti balon atau banner bertuliskan “Halal Bihalal Keluarga”
- Siapkan camilan khas lebaran yang disukai semua usia
- Mainkan game keluarga seperti tebak-tebakan, kuis islami, atau lomba kecil untuk anak-anak
- Dokumentasikan momen lewat foto atau video keluarga
Penutup: Halal Bihalal Tak Perlu Mewah, yang Penting Ikhlas
Pada akhirnya, halal bihalal keluarga bukan soal kemewahan atau panjangnya susunan acara. Yang paling utama adalah ketulusan hati untuk saling memaafkan dan mempererat silaturahmi.
Dengan susunan acara yang singkat tapi bermakna, serta sedikit sentuhan bahasa Arab, momen ini bisa menjadi kenangan manis yang terus dikenang dari tahun ke tahun.
Jadi, sudah siap menyusun acara halal bihalal keluargamu tahun ini?
Penulis : tanjali mulia nafisa