Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Istana Tegaskan Abolisi Hanya untuk Tom Lembong, Proses Hukum Terdakwa Lain Tetap Berjalan

Gambar untuk Istana Tegaskan Abolisi Hanya untuk Tom Lembong, Proses Hukum Terdakwa Lain Tetap Berjalan

Abolisi untuk Tom Lembong, Kasus Korupsi Impor Gula Lanjut untuk Terdakwa Lain

Proses hukum terhadap para terdakwa yang terlibat dalam kasus korupsi impor gula tetap berjalan meskipun salah satu terdakwa, Tom Lembong, dibebaskan setelah menerima abolisi dari Presiden Prabowo Subianto. Istana menegaskan bahwa keputusan abolisi tersebut hanya berlaku untuk individu tertentu, dalam hal ini Tom Lembong, dan tidak mempengaruhi kelanjutan proses hukum terhadap terdakwa lainnya.

baca Juga:Hasil dan Klasemen Piala AFF U-23 2025: Timnas Indonesia U-23 di Semifinal

Tanggapan Kuasa Hukum Terkait Pemberian Abolisi

Kuasa hukum dari sembilan importir swasta yang juga terlibat dalam kasus ini meminta agar dakwaan terhadap klien-klien mereka dihentikan, mengingat Presiden telah memberikan abolisi kepada terdakwa utama, Tom Lembong. Mereka berpendapat bahwa dengan adanya abolisi, proses hukum dan akibat hukumnya seharusnya tidak lagi berlaku untuk para terdakwa lainnya.

Pernyataan Menteri Sekretaris Negara Mengenai Permohonan Penghentian Dakwaan

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, yang juga berperan sebagai Juru Bicara Presiden, menjelaskan bahwa pemerintah belum membahas permohonan penghentian dakwaan tersebut. Namun, jika permohonan itu diterima, pihak Istana akan menyerahkannya kepada Kementerian Hukum untuk dianalisis lebih lanjut.

baca Juga:‎Rektor Universitas Teknokrat Hadiri Munas APTISI VII di Bandung, Bahas Transformasi PTS untuk Indonesia Emas

Proses Hukum Tetap Berlanjut: Kementerian Hukum akan Mengkajinya

Meskipun permohonan penghentian dakwaan terhadap sembilan importir swasta belum diputuskan, pihak pemerintah akan melakukan kajian mendalam mengenai hal tersebut. Pemerintah berkomitmen untuk memastikan bahwa proses hukum berjalan sesuai dengan prosedur dan keadilan yang berlaku.

penulis:Dafa Aditya.f