Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Izin atau Ijin: Mana yang Baku dan Tepat Sesuai Aturan?

Kategori: Lifestyle
Gambar untuk Izin atau Ijin: Mana yang Baku dan Tepat Sesuai Aturan?

Pernahkah kamu bingung, saat ingin menulis "izin," eh, tapi kok kayaknya "ijin" juga sering dipakai? Mana sih yang benar menurut bahasa Indonesia yang baik dan benar? Pertanyaan ini seringkali muncul, terutama saat kita berurusan dengan surat-menyurat resmi, laporan, atau bahkan sekadar ngetik status di media sosial. Yuk, kita bedah tuntas biar nggak salah kaprah lagi!

Jadi, Izin atau Ijin: Mana yang Resmi?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bentuk yang baku dan tepat adalah "izin." Jadi, kalau kamu lagi nulis surat lamaran kerja, proposal, atau dokumen penting lainnya, pastikan kamu pakai kata "izin," ya. Bentuk "ijin" itu termasuk ke dalam kategori tidak baku alias tidak sesuai dengan standar bahasa Indonesia.

Kenapa bisa begitu? Dalam perkembangannya, bahasa memang dinamis. Banyak kata serapan dari bahasa asing atau bahasa daerah yang kemudian mengalami perubahan ejaan atau pelafalan. Namun, untuk urusan formal, kita tetap harus berpegang pada pedoman yang sudah ditetapkan oleh KBBI dan badan bahasa terkait.

Tapi, bukan berarti "ijin" itu salah total, lho. Dalam percakapan sehari-hari atau dalam konteks yang tidak terlalu formal, penggunaan "ijin" masih bisa ditoleransi. Asalkan, kita tahu kapan dan di mana kita bisa menggunakannya.

Kenapa Kita Sering Lihat "Ijin" di Mana-Mana?

Mungkin kamu bertanya-tanya, kalau "izin" yang benar, kenapa banyak banget yang pakai "ijin"? Ada beberapa kemungkinan penyebabnya:

  • Kebiasaan: Dulu, mungkin kita sering melihat atau mendengar kata "ijin" digunakan, sehingga tanpa sadar ikut menggunakannya.
  • Pengaruh Daerah: Di beberapa daerah, pelafalan "i" memang terdengar seperti "e," sehingga penulisan "ijin" terasa lebih alami.
  • Ketidaktahuan: Tidak semua orang punya akses atau peduli dengan aturan bahasa yang baku.
  • Apapun alasannya, sekarang kita sudah tahu mana yang benar. Jadi, mari biasakan diri menggunakan kata "izin" dalam situasi formal.

    Kapan Sih Kita Boleh Pakai "Ijin"?

    Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, penggunaan "ijin" masih bisa diterima dalam konteks informal. Misalnya:

  • Saat ngobrol santai dengan teman.
  • Saat menulis status di media sosial (dengan catatan, sesuaikan dengan audiensmu).
  • Saat membuat catatan pribadi.
  • Intinya, perhatikan konteks dan audiensmu. Kalau situasinya mengharuskanmu menggunakan bahasa yang formal dan baku, pilihlah kata "izin."

    Selain itu, perlu diingat bahwa dalam penulisan karya ilmiah, skripsi, tesis, atau disertasi, penggunaan bahasa baku adalah sebuah keharusan. Jadi, jangan sampai kamu menulis "ijin" di karya ilmiahmu, ya!

    Bingung dengan kata lain yang sering bikin galau? Coba cek KBBI online atau aplikasi KBBI di smartphone-mu. Di sana, kamu bisa menemukan jawaban atas berbagai pertanyaan seputar bahasa Indonesia yang baik dan benar.

    Bahasa itu terus berkembang. Jangan malas untuk belajar dan mencari tahu informasi terbaru. Dengan begitu, kita bisa menjadi pengguna bahasa yang cerdas dan bertanggung jawab.