1. Brace Pertama Jamie Vardy di Liga Italia
Jamie Vardy mencuri perhatian setelah mencetak dua gol dalam kemenangan Cremonese atas Bologna dengan skor 3-1 pada pekan ke-13 Liga Italia 2025/2026. Pertandingan berlangsung di Stadion Renato Dall’Ara, Senin (1/12/2025) atau Selasa dini hari WIB, dalam suasana dingin dan berkabut yang sangat familiar bagi pemain asal Inggris tersebut.
Kemenangan Cremonese dipastikan melalui gol Martin Payero pada menit ke-31, disusul dua gol Jamie Vardy pada menit ke-35 dan 50. Bologna hanya mampu memperkecil ketertinggalan lewat penalti Riccardo Orsolini pada masa injury time babak pertama, yang hampir digagalkan kiper Timnas Indonesia, Emil Audero.
Baca juga: Gak Cuma Ngoding Ini Rahasia Lolos Jadi SRE
2. Membuat Sejarah Pribadi di Serie A
Dwigol ini merupakan brace pertama Jamie Vardy sejak kedatangannya di Liga Italia. Sebelumnya, ia membuka catatan gol di Serie A saat membantu Cremonese bermain imbang 1-1 melawan Atalanta pada akhir Oktober.
Dengan dua golnya ke gawang Bologna, Vardy sukses menghentikan catatan 12 laga tak terkalahkan tim lawan di semua kompetisi. Kekalahan ini juga menjadi yang pertama bagi Bologna di kandang sendiri musim ini.
3. Suasana Dingin Italia yang Terasa “Rumahan” untuk Vardy
Malam itu, Renato Dall’Ara diselimuti kabut dan suhu dingin, kondisi yang menurut Vardy sangat mirip dengan cuaca di Inggris.
“Saya rasa hanya kurang hujan. Ini seperti pertandingan tengah pekan di Inggris,” canda Vardy setelah pertandingan, merasa puas karena Cremonese berhasil memutus rentetan tiga kekalahan beruntun.
Ia menegaskan bahwa kemenangan ini merupakan langkah penting untuk meningkatkan performa tim.
“Yang terpenting adalah meraih tiga poin dan mempertahankan momentum. Semua pemain sepakat mengenai tujuan kami dan bekerja keras untuk memastikan musim ini berakhir sukses.”
4. Konsistensi Vardy di Usia 38 Tahun
Walaupun sudah berusia 38 tahun, Vardy membuktikan dirinya masih menjadi pemain pembeda di level tertinggi. Kecepatan, determinasi, dan insting golnya tetap menjadi senjata mematikan di lini depan Cremonese.
Pelatih Davide Nicola turut memuji kehadiran dan karakter Vardy dalam tim.
“Pemain besar mudah diatur karena mereka tahu apa yang harus dilakukan. Mereka tidak hanya hebat dalam kualitas, tetapi juga dalam sikap dan etika kerja,” ujar Nicola.
“Vardy adalah pribadi yang nyaman dengan dirinya sendiri, humoris, dan selalu memiliki mentalitas siap membantu tim kapan pun dibutuhkan.”
5. Cremonese Membangun Momentum Positif
Berkat kemenangan ini, Cremonese kembali ke jalur yang benar setelah beberapa hasil buruk sebelumnya. Penampilan solid Emil Audero yang hampir menggagalkan penalti Orsolini serta sederet penyelamatan penting lainnya menjadi faktor utama kesuksesan tim.
Dengan kombinasi produktivitas Vardy dan performa gemilang Audero, Cremonese menatap sisa musim dengan optimisme tinggi.
Penulis Perdiansyah Putra