Dalam dunia perpustakaan, istilah call number atau nomor panggil adalah hal yang sangat familiar. Ini bukan sekadar deretan angka dan huruf acak di punggung buku, tetapi sistem pengklasifikasian yang memudahkan kita menemukan buku di rak perpustakaan. Namun, pernahkah kamu bertanya-tanya, apa yang terjadi jika sebuah buku tidak mencantumkan nama pengarang? Bagaimana pustakawan menentukan call number-nya?
Ternyata, ada sistem khusus yang digunakan untuk situasi seperti ini. Nah, buat kamu yang sedang belajar ilmu perpustakaan atau hanya sekadar penasaran soal dunia literasi, yuk simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Baca juga: Optimalkan Jaringan Anda dengan Teknik Port Forwarding
Apa Itu Call Number dan Mengapa Penting?
Call number merupakan kombinasi antara angka dan huruf yang mewakili subjek buku serta identitas lainnya seperti nama pengarang dan tahun terbit. Sistem ini sangat penting karena menjadi ‘alamat’ buku di perpustakaan. Dua buku yang membahas topik sama kemungkinan besar akan berada di rak yang berdekatan.
Salah satu sistem pengklasifikasian paling populer di Indonesia adalah Dewey Decimal Classification (DDC). DDC menggunakan angka untuk mengelompokkan subjek buku, kemudian ditambah kode Cutter—yang biasanya mengacu pada nama pengarang.
Tapi kalau tidak ada nama pengarang, gimana dong?
Kalau Tak Ada Nama Pengarang, Singkatan Apa yang Digunakan?
Ketika sebuah buku tidak memiliki nama pengarang, pustakawan biasanya akan menggunakan judul buku sebagai dasar untuk membuat kode Cutter dalam call number. Cutter sendiri adalah kombinasi huruf dan angka yang mewakili nama pengarang atau, jika tidak ada, judul utama.
Singkatan atau kode Cutter dari judul dibuat menggunakan aturan khusus, misalnya berdasarkan Cutter-Sanborn Table. Jadi, meskipun tidak ada nama pengarang, nomor panggil tetap bisa dibuat dengan standar yang sistematis.
Contoh:
Misalnya ada buku berjudul "Manajemen Pemasaran" tanpa penulis. Maka call number-nya bisa seperti ini:
658.8 M311
- 658.8 adalah subjek tentang pemasaran menurut DDC
- M311 adalah kode Cutter yang berasal dari huruf awal judul Manajemen
Ini membantu pustakawan dan pembaca tetap bisa menemukan buku tersebut dengan mudah.
Bagaimana Pustakawan Menentukan Kode Cutter dari Judul?
Penentuan kode Cutter tidak sembarangan. Pustakawan menggunakan tabel referensi seperti Cutter-Sanborn Table atau alat bantu otomasi berbasis perangkat lunak. Prinsip utamanya adalah:
- Huruf pertama diambil dari huruf awal kata (biasanya dari judul jika tak ada pengarang)
- Angka disesuaikan berdasarkan urutan alfabet dari huruf-huruf berikutnya
Jika judulnya panjang atau mirip dengan judul lain, pustakawan akan menambahkan angka atau huruf tambahan untuk membedakannya. Hal ini disebut sebagai proses disambiguasi dalam katalogisasi.
Apa Judul Buku Bisa Selalu Jadi Pengganti Pengarang?
Ya, dalam konteks penyusunan call number, judul bisa digunakan sebagai pengganti nama pengarang jika memang tidak tersedia. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Judul harus relevan dan tidak terlalu umum
- Jika buku disusun oleh lembaga (bukan individu), nama lembaga bisa dipakai sebagai Cutter
- Jika judul dimulai dengan artikel seperti "The", "A", atau "An", kata tersebut biasanya diabaikan dalam penyusunan kode Cutter
Contoh lainnya:
Judul: "Ekonomi Digital untuk Pemula"
Call number: 330 E375
Bagaimana Jika Judulnya Sama Tapi Isinya Berbeda?
Ini sering terjadi, terutama pada buku populer atau buku pelajaran. Untuk membedakan buku-buku dengan judul yang sama, pustakawan bisa menambahkan tahun terbit atau keterangan edisi sebagai bagian dari call number. Misalnya:
- 330 E375 2021
- 330 E375 2023 ed.2
Dengan begitu, setiap buku tetap punya identitas unik meskipun judulnya mirip.
Kesimpulan: Tetap Sistematis Meski Tanpa Nama Pengarang
Meskipun sebuah buku tidak memiliki nama pengarang, sistem katalogisasi di perpustakaan tetap mampu menyusunnya secara sistematis. Penggunaan judul sebagai dasar kode Cutter adalah solusi praktis dan sudah menjadi standar dalam dunia perpustakaan.
Jadi, tak perlu bingung lagi saat melihat call number buku yang hanya mencantumkan huruf dari judul. Di balik susunan angka dan huruf itu, ada sistem yang terorganisir dan dirancang agar buku mudah ditemukan siapa pun pembacanya.
Penulis: Indra