Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Juventus hingga Fenerbahce, Ini 5 Klub Dilarang Tampil di Liga Champions karena Skandal

Gambar untuk Juventus hingga Fenerbahce, Ini 5 Klub Dilarang Tampil di Liga Champions karena Skandal

Liga Champions merupakan kompetisi paling bergengsi di Eropa. Namun, tak semua klub elite bisa tampil di ajang ini. Beberapa klub top Eropa pernah dilarang tampil di Liga Champions oleh UEFA akibat keterlibatan dalam berbagai skandal besar yang mencoreng dunia sepak bola.

baca juga : Arsip Elektronik: Rahasia Tersembunyi Bisnis yang Lebih Produktif

1. Juventus – Terlibat Skandal Manipulasi Keuangan

Juventus pernah dijatuhi sanksi oleh UEFA usai terbukti melakukan manipulasi laporan keuangan. Sanksi ini membuat Bianconeri gagal tampil di kompetisi Eropa meskipun secara performa lolos.

2. Fenerbahce – Tersandung Kasus Pengaturan Skor

Klub asal Turki, Fenerbahce, dilarang mengikuti Liga Champions karena dugaan kuat keterlibatan dalam kasus match-fixing di liga domestik. UEFA mengambil tindakan tegas demi menjaga integritas kompetisi.

3. AC Milan – Kena Sanksi karena Masalah Finansial

AC Milan pernah dilarang tampil di kompetisi Eropa oleh UEFA pada musim 2019/2020 karena pelanggaran aturan Financial Fair Play (FFP). Ini jadi peringatan bagi klub besar untuk tetap menjaga transparansi keuangan.

4. Manchester City – Nyaris Dilarang Tampil, Diselamatkan CAS

Manchester City sempat dijatuhi larangan dua musim oleh UEFA karena pelanggaran FFP. Namun, klub berhasil membatalkan sanksi melalui banding ke CAS (Court of Arbitration for Sport).

5. Malaga – Terkena Hukuman Karena Masalah Utang

Klub asal Spanyol, Malaga, juga pernah dilarang tampil di kompetisi Eropa karena memiliki tunggakan utang yang belum diselesaikan sesuai tenggat waktu UEFA.

baca juga : Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Nasrullah Yusuf Hadiri Konvensi Sains Teknologi dan Industri, Simak Paparan Presiden Prabowo Subianto

Pentingnya Kepatuhan Klub Terhadap Regulasi UEFA

Sanksi terhadap klub-klub besar ini menegaskan bahwa UEFA tidak pandang bulu dalam menegakkan aturan. Pelanggaran terhadap financial fair play, manipulasi skor, atau manajemen keuangan yang buruk bisa berujung pada larangan bermain di level tertinggi Eropa.

penulis : Muhammad Zulfan M.A