Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Kabar Kamis: Saham Blockchain, Kepatuhan di Bar, dan NFT dalam Kas Negara

Gambar untuk Kabar Kamis: Saham Blockchain, Kepatuhan di Bar, dan NFT dalam Kas Negara

Hari Kamis ini membawa tiga topik hangat dari dunia teknologi dan keuangan digital: saham blockchain yang kembali menarik perhatian, kepatuhan hukum yang mulai merambah tempat tak terduga seperti bar dan pub, hingga munculnya NFT sebagai bagian dari aset keuangan pemerintah. Berikut ulasannya:


1. Saham Blockchain Kembali Bersinar

Sejumlah perusahaan yang berbasis pada teknologi blockchain mengalami lonjakan harga saham dalam beberapa hari terakhir. Investor mulai kembali melirik saham-saham seperti Coinbase, Marathon Digital, dan Riot Platforms di tengah kabar optimistis soal integrasi blockchain dalam sektor keuangan tradisional.

Kenaikan ini juga dipicu oleh spekulasi bahwa beberapa bank besar sedang mengembangkan solusi pembayaran berbasis blockchain yang lebih efisien dan transparan. Meski masih fluktuatif, sektor ini menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah lesu di awal tahun.

baca juga : WAN untuk UMKM: Investasi Cerdas di Dunia Digital


2. Kepatuhan Hukum di Bar? Ya, Ini Kenyataan Baru

Bar dan tempat hiburan malam kini mulai masuk radar regulator, terutama terkait kepatuhan terhadap aturan transaksi digital dan pencatatan keuangan. Beberapa otoritas di AS dan Eropa mulai mewajibkan pelaku usaha di sektor ini untuk menggunakan sistem pelaporan real-time guna mencegah pencucian uang dan penghindaran pajak.

Langkah ini mendapat tanggapan beragam. Di satu sisi, pelaku usaha mengeluh soal beban administrasi. Di sisi lain, ini dianggap sebagai langkah penting untuk menjadikan semua sektor ekonomi lebih transparan dan terukur, tak terkecuali bisnis hiburan.


3. NFT Masuk Neraca Keuangan Pemerintah?

Satu kabar unik datang dari sejumlah pemerintah lokal di Amerika Serikat dan Asia Tenggara, yang mulai mempertimbangkan non-fungible token (NFT) sebagai aset dalam neraca keuangan mereka. Bukan main-main, beberapa kota telah mencetak NFT dari aset budaya atau karya seni publik, lalu melelangnya untuk menambah pendapatan daerah.

Pendekatan ini tentu masih kontroversial—karena volatilitas dan kurangnya regulasi atas NFT. Namun, dengan nilai yang bisa mencapai jutaan dolar untuk satu NFT, tidak heran jika pejabat fiskal mulai melirik potensi ini sebagai bagian dari strategi diversifikasi kas.

baca juga : Universitas Teknokrat Indonesia Kembali Dipercaya Kementerian Komdigi Sertifikasi Kompetensi VSGA 2025


Dunia keuangan dan teknologi terus berinovasi—sering kali di tempat yang tidak kita duga. Dari saham blockchain yang menggeliat, bar yang harus taat hukum keuangan, hingga NFT yang kini jadi bagian dari aset pemerintah, kita melihat bagaimana batas antara ekonomi tradisional dan digital terus menipis.

Pantau terus update mingguan kami untuk melihat tren yang berkembang di dunia teknologi finansial.

penulis : Bagas Reyhan N.