Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Kebersamaan Pemain Muda Sheffield Wednesday di Tengah Protes Fans

Gambar untuk Kebersamaan Pemain Muda Sheffield Wednesday di Tengah Protes Fans

Hubungan antara pendukung Sheffield Wednesday dan pemilik klub Dejphon Chansiri tengah memanas. Meski demikian, pelatih Owls Henrik Pedersen menegaskan bahwa “kebersamaan” skuad mudanya adalah hal yang membanggakan, terutama setelah mereka mencatat kejutan besar di Piala Carabao melawan Leeds.

Baca juga : Terungkap Otak Kasus Pembunuhan Kepala Cabang Bank, Dwi Hartono Terlibat


Mengapa Hubungan Fans dan Pemilik Klub Memburuk?

Sejak musim panas, banyak pendukung menunjukkan kekecewaan terhadap Chansiri. Klub sempat gagal membayar gaji pemain tepat waktu selama tiga bulan berturut-turut, membuat Sheffield Wednesday menerima sanksi dari EFL.

Protes suporter semakin jelas terlihat dalam laga pembuka Championship melawan Leicester, di mana spanduk berisi pesan penolakan ditunjukkan. Kondisi ini berlanjut ke pertandingan melawan Leeds, bahkan ribuan fans memilih memboikot laga.


Bagaimana Bentuk Protes Fans Sheffield Wednesday?

Aksi protes dilakukan dengan berbagai cara. Dalam beberapa pertandingan, spanduk bertuliskan “Cukup Sudah” dipajang. Bahkan, beberapa minggu sebelumnya, para pendukung menggelar prosesi pemakaman simbolis dengan peti mati yang dianggap mewakili “kematian klub sepak bola”.

Sheffield Wednesday Supporters’ Trust juga mendorong fans untuk tidak membeli tiket pertandingan. Sebagai gantinya, mereka diajak menyumbangkan uang ke Badan Amal Rumah Sakit Anak Sheffield.

Akibat aksi boikot ini, suasana di Hillsborough terasa berbeda. Dua tribun besar ditutup, dan jumlah pendukung tuan rumah kalah banyak dari sekitar 3.000 fans Leeds yang hadir.


Bagaimana Performa Pemain Muda Sheffield Wednesday?

Di tengah situasi sulit, skuad muda Sheffield Wednesday justru menunjukkan performa penuh semangat. Kekurangan pemain senior membuat tim hanya bisa menurunkan 12 pemain berpengalaman, sisanya diisi empat pemain berusia 20 tahun dan lima remaja. Rata-rata usia tim hanya 21 tahun.

Namun, hal itu tidak membuat mereka minder. Melawan tim Premier League, Sheffield Wednesday mampu bertahan hingga adu penalti, bahkan menang 3-0 setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal.

Henrik Pedersen mengungkapkan kebanggaannya:

Baca juga : Workshop Inovasi Robot Mobile dan Alat Pintar Deteksi Kebencanaan di SMA Negeri 2 Tulang Bawang Tengah


Apa Kata Pengamat Sepak Bola?

Mantan kiper timnas Inggris, Paul Robinson, menilai kebersamaan tidak hanya terlihat di lapangan tetapi juga di tribun. Menurutnya, aksi para pendukung yang kompak melakukan protes menjadi cerminan bahwa fans dan pemain sama-sama berjuang.

“Ada cerita luar biasa di klub ini. Para fans berdiri bersama, pemain pun demikian, dan performa malam itu adalah lambang kebersamaan,” ujarnya.

Penulis : aqilah az-zahra