Warga Suriah Berburu Emas Mentah di Bantaran Sungai Eufrat
Di kota Raqqa, Suriah, fenomena yang tak biasa membuat warga berbondong-bondong berburu emas mentah di tepian Sungai Eufrat. Aksi ini dipicu oleh kemunculan gundukan tanah berkilau di dasar sungai yang mengering akibat surutnya aliran air. Fenomena ini dengan cepat menjadi perbincangan hangat di media sosial, memicu antusiasme warga untuk menggali tanah menggunakan peralatan seadanya seperti sekop dan cangkul.
Namun, meski terlihat menjanjikan, Khaled al-Shammari, seorang insinyur geologi lokal, mengingatkan bahwa analisis geologi yang mendalam diperlukan untuk menentukan apakah endapan yang ditemukan benar-benar emas atau mineral berharga lainnya. Al-Shammari juga memperingatkan agar masyarakat berhati-hati dalam menilai temuan ini.
Baca juga: Polresta Bandar Lampung Imbau Warga Kibarkan Bendera Merah Putih Menyambut HUT RI ke-80
Hadis Nabi Muhammad SAW Tentang Emas di Sungai Eufrat dan Tanda Kiamat
Fenomena kemunculan emas di dasar Sungai Eufrat yang mengering ini ternyata pernah disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW sebagai salah satu tanda kiamat. Hadis ini mencatat bahwa sungai tersebut akan mengering, mengungkapkan gunung emas yang akan memicu perselisihan dan pertumpahan darah di antara manusia.
Sebuah riwayat dalam kitab Nihayatul 'Alam oleh Muhammad al-'Areifi mengutip hadis yang diriwayatkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Riyadhus Shalihin. Dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW bersabda:
"Kiamat tidak akan terjadi sampai al-Furat (Sungai Eufrat) mengering sehingga muncullah gunung emas. Manusia pun saling bunuh untuk memperebutkannya. Dari setiap seratus orang (yang memperebutkannya), terbunuhlah 99 orang. Setiap orang dari mereka mengatakan, 'Mudah-mudahan aku-lah orang yang selamat.'" (HR Muslim)
Gunung Emas atau Kiasan untuk Kekayaan Alam Lainnya
Dalam penjelasannya, Abu 'Ubaidah dalam ta'liq-nya terhadap kitab An Nihayah Fi Al Fitan wa Al Malahim oleh Ibnu Katsir menyebut bahwa "gunung emas" dalam hadis ini mungkin sebenarnya adalah sebuah kiasan. Gunung emas bisa jadi merujuk pada sumber daya alam lainnya, seperti minyak bumi, yang memiliki manfaat dan nilai serupa.
Hadis Lain yang Mengingatkan Larangan Mengambil Emas dari Sungai Eufrat
Selain itu, ada hadis lain yang berasal dari Abu Hurairah RA yang juga menyebutkan tentang emas di Sungai Eufrat. Dalam hadis tersebut, Nabi SAW bersabda:
"Hampir terbuka al-Furat dengan (berisi) simpanan emas. Siapa yang mendatanginya, jangan sekali-kali mengambilnya." (HR At-Tirmidzi)
Hadis ini menegaskan bahwa meskipun emas ditemukan di dasar sungai yang mengering, umat Islam dianjurkan untuk tidak mengambilnya.
Mengeringnya Sungai Eufrat, Perubahan Aliran dan Munculnya Emas
Imam Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa mengeringnya Sungai Eufrat dalam hadis ini mengacu pada surutnya air sungai, yang menyebabkan dasar sungai terbuka. Fenomena ini terjadi akibat perubahan aliran sungai yang mengakibatkan tanah yang menutupi emas terkikis, sehingga emas yang tertimbun selama ini akhirnya muncul ke permukaan.
Emas di Sungai Eufrat, Antara Mitos dan Realitas
Meskipun fenomena kemunculan emas di dasar Sungai Eufrat yang mengering menjadi viral dan menarik banyak perhatian, baik dari segi ilmiah maupun teologis, masih banyak yang meragukan kebenaran klaim tersebut. Penemuan ini tidak hanya memicu spekulasi mengenai kemungkinan harta karun tersembunyi, tetapi juga dihubungkan dengan tanda-tanda kiamat sebagaimana tercantum dalam hadis Nabi Muhammad SAW. Seiring waktu, penting untuk mendekati fenomena ini dengan sikap hati-hati, baik dari perspektif ilmiah maupun spiritual.
Penulis: Fiska Anggraini