Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Ketegangan Thailand-Kamboja Memanas: Dunia Menanti Gencatan Senjata

Kategori: konflik
Gambar untuk Ketegangan Thailand-Kamboja Memanas: Dunia Menanti Gencatan Senjata

Konflik Perbatasan Menelan Puluhan Korban Jiwa

Ketegangan militer antara Thailand dan Kamboja kembali meningkat, menyebabkan puluhan korban jiwa dan ribuan warga mengungsi. Konflik bersenjata yang pecah di kawasan sengketa Segitiga Zamrud sejak Kamis (24/7) melibatkan jet tempur, tank, dan infanteri.

Hingga Sabtu (26/7), belum ada kesepakatan gencatan senjata meskipun berbagai pihak, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump, telah mendesak agar kekerasan dihentikan segera.

Baca Juga : An Yujin IVE Kembali Jadi MC SBS Gayo Daejeon untuk Keempat Kalinya Berturut-Turut


Korban Jiwa dan Pengungsi Terus Bertambah

Kamboja Kehilangan 13 Nyawa, Puluhan Terluka

Menurut juru bicara Kementerian Pertahanan Kamboja, Maly Socheata, sedikitnya 13 orang tewas, termasuk delapan warga sipil dan lima personel militer. Lebih dari 70 lainnya terluka akibat serangan lintas batas dari militer Thailand, dengan 21 di antaranya adalah tentara.

Thailand Juga Terdampak: 20 Orang Tewas

Di pihak Thailand, tercatat 20 korban jiwa, terdiri dari 14 warga sipil dan enam tentara. Lima tentara dilaporkan tewas pada Jumat (25/7), sehari setelah pertempuran kembali memanas.

Ribuan Warga Mengungsi di Dua Negara

Konflik ini juga memicu eksodus besar-besaran. Di Thailand, sekitar 138.000 orang mengungsi dari wilayah konflik. Sedangkan di Kamboja, sekitar 35.829 warga sipil meninggalkan rumah mereka di Provinsi Preah Vihear, Oddar Meanchey, dan Pursat.


Seruan Gencatan Senjata Menguat, Respons Kedua Negara Berbeda

Kamboja Desak Gencatan Senjata Tanpa Syarat

Pemerintah Kamboja menyerukan penghentian tembak-menembak secara langsung. Duta Besar Kamboja untuk PBB, Chhea Keo, menyuarakan hal tersebut dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB di New York.

Thailand Pilih Pendekatan Hati-Hati

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Thailand, Nikorndej Balankura, menyatakan bahwa Bangkok terbuka untuk dialog, dan menyambut kemungkinan bantuan diplomatik dari Malaysia sebagai Ketua ASEAN tahun ini.


Donald Trump Ikut Campur: Dorong Dialog, Ancam Tarif

AS Desak Perdamaian Melalui Jalur Diplomatik dan Ekonomi

Presiden AS Donald Trump mengklaim telah berbicara langsung dengan para pemimpin kedua negara. Dalam unggahannya di Truth Social, ia menyatakan bahwa Thailand dan Kamboja telah sepakat bertemu untuk membahas gencatan senjata dan perdamaian.

Trump juga menekan keduanya dengan ancaman tarif. Ia mengatakan AS tidak akan memulai pembicaraan dagang sebelum konflik dihentikan. Jika tidak ada gencatan senjata sebelum 1 Agustus, Trump mengancam akan menerapkan tarif 36% pada sebagian besar ekspor Thailand dan Kamboja ke AS.


Sinyal Positif: Kedua Negara Siap Berdialog

Thailand Siap Lakukan Gencatan Senjata

Kementerian Luar Negeri Thailand menyatakan di platform X bahwa Bangkok “pada prinsipnya setuju” menerapkan gencatan senjata dan ingin segera mengadakan dialog bilateral.

Phumtham Wechayachai, Pelaksana Tugas Perdana Menteri Thailand, meminta bantuan Trump untuk menyampaikan kepada pihak Kamboja bahwa Thailand serius ingin menyelesaikan konflik lewat jalur damai.

Kamboja Sambut Positif, Siap Bertemu AS

Perdana Menteri Kamboja Hun Manet menyambut baik peran AS. Ia menyatakan siap berdialog dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan menegaskan bahwa Thailand harus mematuhi setiap kesepakatan yang dicapai nanti.

Baca Juga : Kenali Routing dengan Mudah: Dasar dan Penerapannya


Tidak Ada WNI yang Terdampak, Imbauan untuk Tetap Waspada

Kemlu RI Pastikan Keselamatan Warga Indonesia

Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan bahwa tidak ada WNI yang menjadi korban konflik perbatasan ini. Juru Bicara Kemlu RI, Rolliansyah Soemirat, memastikan kondisi WNI aman.

KBRI Bangkok mengimbau seluruh WNI yang tinggal di wilayah perbatasan seperti Trat, Sa Kaeo, Ubon, dan Ratchathani untuk tetap waspada dan melakukan lapor diri melalui situs www.peduliwni.kemlu.go.id.

Penulis : Tamtia Gusti Riana